Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jelang Hari Raya Galkun, Kebutuhan Pokok Masih Stabil

I Putu Suyatra • Selasa, 2 November 2021 | 00:35 WIB
Jelang Hari Raya Galkun, Kebutuhan Pokok Masih Stabil
Jelang Hari Raya Galkun, Kebutuhan Pokok Masih Stabil

DENPASAR, BALI EXPRESS - Menjelang hari raya, umumnya harga kebutuhan pokok mulai bergerak naik. Namun di pasar-pasar tradisional di wilayah Denpasar, sembilan hari jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, pergerakan harga kebutuhan pokok masih melambat bahkan cenderung stabil. Minimnya daya beli masyarakat di tengah pandemi, serta melimpahnya pasokan dinilai menjadi faktor penyebab.


Salah satu pedagang daging, Dewa Ayu, mengaku harga sejumlah daging belum mengalami kenaikan. Menurutnya, kenaikan harga daging akan mulai bergerak sekitar dua atau tiga hari lagi. “Sekarang belum naik, masih stabil harganya. Daging ayam masih Rp 35 ribu sekilo, daging babi masih Rp 85 ribu sekilo, coba lagi dua hari mungkin mulai naik,” katanya saat ditemui di Pasar Badung, Denpasar, Senin (1/11).


Serupa, harga bumbu dapur juga disebutkan masih stabil di pasaran. Alih-alih naik, menurut salah satu pedagang bumbu dapur, Ketut Sri, mengungkapkan bumbu dapur justru sempat mengalami penurunan. “Kemarin-kemarin dapat turun. Nggak kayak biasanya naik, sekarang tidak begitu karena sedang musimnya cabai. Orang-orang juga jarang belanja ke pasar sekarang. Kalau belanja pun setengah kilo, ya mungkin karena itu, sepi,” kata dia.


Ia pun membeberkan, untuk harga Cabai rawit seharga Rp 20 ribu perkilo, cabai besar Rp 18 ribu perkilo, bawang putih Rp 22 ribu perkilo, bawang merah Rp 20 ribu perkilo, tomat Rp 5 ribu perkilo. Dikatakan, kendati belakangan ini kondisi cuaca cenderung berhujan, tidak berpengaruh terhadap pasokan bumbu dapur. “Belum ngaruh, kemungkinan kalau berturut-turut (ngaruh), tapi palingan naik Rp 2 ribu saja pas hari raya. Sekarang masih stabil, pasokannya juga banyak, nggak terganggu,” katanya.


Sementara untuk harga buah-buahan, menurut sejumlah pedagang, akan mulai melambung sekitar seminggu sebelum hari raya. Ia pun mengatakan, umumnya pada Hari Raya Galungan-Kuningan, harga buah lokal cukup tinggi. “Biasanya buah-buah lokal (mahal), apalagi sekarang karena hujan mungkin terbatas (pasokannya), itu buat harganya mahal sekali nanti,” kata salah satu pedagang buah, Rusmini.


Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, saat ini harga kebutuhan pokok rata-rata stabil. Daging babi rata-rata di harga Rp 87 ribu perkilo, daging ayam broiler Rp 36 ribu perkilo, daging ayam kampung Rp 65 ribu perkilo, sedangkan untuk bumbu dapur, cabai rawit Rp 19 ribu perkilo, cabai besar 20 ribu perkilo, bawang merah Rp 23 ribu perkilo.


Menurut Kepala Disperindag Provinsi Bali, I Wayan Jarta, kebutuhan pokok yang harganya umumnya naik saat hari raya yakni daging. Kenaikan diperkirakan 5 persen sampai 10 persen untuk kebutuhan pokok, dan 5 persen sampai 15 persen untuk sarana upacara. Kenaikan harga, kata dia, sangat ditentukan oleh musim panen di lapangan. “Dalam pantauan di lapangan, sarana upacara seperti busung dan bunga juga naik (nantinya). (Sekarang) harga masih normal,” katanya.

Editor : I Putu Suyatra