AMLAPURA, BALI EXPRESS - Perajin klangsah atau anyaman dari daun kelapa di Desa Bugbug, Karangasem, kebanjiran pesanan. Memasuki banyaknya rangkaian upacara yang berlangsung di sejumlah tempat, pesanan klangsah melonjak. Para perajin sibuk menyelesaikan pesanan hingga 50-100 klangsah tiap harinya.
Upacara ngaben maupun upacara pernikahan jadi berkah bagi para perajin klangsah di desa setempat. Sebab, saat momen-momen itu, pesanan bisa mencapai ratusan klangsah. Pembelinya bukan hanya warga Karangasem saja. Permintaan datang dari sejumlah wilayah seperti Denpasar, Badung, Gianyar, bahkan Klungkung.
Salah seorang perajin, Luh Kadek Susi mengatakan, jumlah pesanan klangsah tidak menentu, tergantung permintaan. Pemesannya kebanyakan para pengusaha dekorasi. Ada pula warga desa yang akan gelar upacara. "Jadi sekitar 30-50 klangsah pasti dibeli," katanya, Selasa (16/11).
Satu klangsah dihargai Rp 12 ribu. Tentu para pembeli masih bisa tawar-menawar. Terutama jika sudah membeli dalam jumlah banyak. Dia mengaku pesanan akan membludak jelang hari raya maupun hari-hari baik menggelar upacara.
Karena itu, sejumlah remaja juga ikut dipekerjakan mumpung waktu belajar di sekolah dapat disesuaikan. Kesibukan menganyam juga terlihat di tempat usaha klangsah milik Karang Rigis di Banjar Samuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem.
Ada belasan orang dipekerjakan untuk menganyam klangsah. Untuk bahan baku diakui oleh para pekerja sangat melimpah karena banyak pohon kelapa di dusun setempat.
Perajin di sana mampu memenuhi pesanan hingga 100 klangsah dalam beberapa hari. Jika pekerjanya belasan orang, klangsah yang selesai bisa melebihi jumlah tersebut. Jika tenaga terbatas, satu orang bisa selesai menganyam 10 klangsah sehari.
Editor : I Putu Suyatra