Hal ini pun diakui oleh salah seorang perancang busana dengan fokus kebaya Dewa Ayu Made Arisanthi Dewi. Menurutnya, permintaan kebaya hingga saat ini memang masih dominan ke warna pastel. Diantaranya meliputi warna skin (warna kulit), pink muda, peach, mint, putih dan sebagainya. “Sesekali masih ada yang minta warna Teracota, tapi dominasi masih ke warna pastel,” katanya, Jumat (7/1).
Ia menambahkan, terutama untuk kebaya pengatin, warna pastel ini tetap diminati dengan ciri khas shoft atau lembut yang cocok di segala jenis kulit. Namun, pemilihan warna ini, menurutnya, juga menyesuaikan dengan keinginan dan suasana hati konsumen. Sebab, tak jarang konsumen memilih warna berani seperti merah atau biru.
Disamping warna, untuk model kebaya di Bali pada tahun ini, dirinya memperkirakan akan lebih mengarah ke model panjang. “Ini karena permintaan sudah mulai ada untuk kebaya panjang. Jadi nampaknya akan mulai banyak penggemarnya,” ungkapnya.
Sementara itu, soal permintaan pengerjaan kebaya, Dewa Ayu mengatakan, sudah mulai ada pemesanan di awal tahun 2022 ini. Sebelumnya, ia mengakui, permintaan sempat turun drastis pada tahun 2020 lalu. Hal ini lantaran Covid-19 tengah marak sehingga banyak kegiatan resepsi pernikahan yang batal pada saat itu. Termasuk di 2021 dikatakannya masih naik turun. “Di tahun 2022 ini resepsi mulai berani diadakan. Kebaya kita kan lebih kepada resepsi untuk di venue, jadi terimbas banget saat pandemi Covid-19. Sedangkan kebaya biasa masih tetap konstan, tidak terlalu terdampak pandemi,” tutupnya. Editor : I Dewa Gede Rastana