Klepon di stan kuliner PKB ini, datang langsung dari Kedungu, Kediri, Tabanan. Semeton hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 10 ribu untuk dapat menikmati seporsi klepon, dengan taburan parutan kelapa dan cocoran gula Bali yang manis legit.
“Klepon asli dari Tanah Lot, Tabanan. Aslinya dari Kedungu, pertama kali dikenalkan di Tanah Lot saat odalan, setelah itu barulah penjualnya banyak menyebar. Dinamailah Klepon Tanah Lot,” tutur pemilik stan Klepon Tanah Lot, Made Kartini, saat dijumpai di lokasi Senin (13/6).
Jika tak tertarik klepon, stan Klepon Tanah Lot Made Kartini ini juga menyediakan jajan Bali lainnya seperti jaja lukis, jaja laklak, jaja gulung, hingga jaja batun bedil yang keseluruhannya hanya Rp 10 ribu per porsi. Untuk beragam esnya, tersedia mulai dari es kolak, es daluman, es cendol, hingga es tape ketan yang dibanderol mulai dari Rp 8 ribu saja per gelas.
Menurut Martini, ia sudah 11 tahun mengikuti kegiatan PKB dan membuka stand klepon Tanah Lot di Art Centre. Katanya, dua bulan menjelang PKB, dirinya akan diinfokan oleh dinas terkait. Namun kesehariannya, ia menjual klepon di Pantai Kedungu.
“Di Tabanan saya buka, di Pantai Kedungu, sekarang tutup di sana karena saya jualan di sini. Saya jualan bareng ponakan. Jajanya di rumah ada yang bantu buatkan,” jelasnya.
Menurutnya yang membedakan klepon Tanah Lot dengan klepon wilayah lain, yakni pada pewarna makanan dan gula di dalamnya. “Biasanya ada yang buat pakai gula yang diiris-iris, jadi saat dimakan gulanya tidak makecrot (muncrat),” katanya.
Ia mengenang jauh sebelum pandemi Covid-19, dirinya bisa menjual jaja klepon sampai 25 kilogram. Bahkan di Sabtu dan Minggu, ia bisa menjual 50 kilogram klepon. Namun saat ini karena pandemi dan daya beli yang masih rendah, dirinya hanya berani menyediakan 10 kilogram klepon. “Itu baru klepon saja, belum jaja yang lainnya, karena yang paling laris kan klepon,” katanya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya