Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Denpasar Diserbu Pedagang Kuwud Ental, Yoga Bawa 400 Biji Habis dalam 5 Hari

I Dewa Gede Rastana • Senin, 4 Juli 2022 | 02:49 WIB
LARIS : Salah satu penjual buah ental di Denpasar. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)
LARIS : Salah satu penjual buah ental di Denpasar. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)
DENPASAR, BALI EXPRESS - Wilayah Denpasar, kini tengah diserbu pedagang kuwud ental. Hal ini lantaran, telah memasuki musim panen kuwud ental dan akan berakhir bulan ini. Padahal umumnya, untuk mencari pedagang kuwud ental, bisa ditemukan di wilayah pinggir jalan menuju Buleleng seperti halnya di kawasan Luwus, Tabanan. Namun kini, di beberapa sudut Kota Denpasar bisa ditemui penjual kuwud ental ini semisal di Jalan WR Supratman Tohpati, Jalan Cok Agung Tresna, Jalan Puputan Renon, hingga Jalan Angsoka Denpasar.

 

Salah satu pedagang kuwud ental di Jalan Angsoka, Gede Yoga Adinanta bersama kakak sepupunya, Kadek Guna, berjualan kuwud ental dengan menggunakan mobil pickup. Jika konsumen datang membeli, biasanya dirinya langsung mengupas buah ental tersebut di tempat.

 

Yoga mengaku, ia baru berjualan beberapa minggu di Denpasar. Dalam satu pickup, ia membawa sebanyak 400 biji buah ental yang belum dikupas. Yang mana, satu biji buah ental tersebut berisi satu hingga tiga biji kuwud. Untuk satu plastik kuwud yang sudah dikupas dan berisi empat biji dijual dengan harga Rp 145 ribu.

 

“Karena memang lagi musimnya, makanya saya bawa ke Denpasar. Kami berharap pembeli di Denpasar lebih ramai,” ujar Yoga, Minggu (3/7).

 

Kuwud ental ini, kata dia, dibawa langsung dari desa asalnya yakni Tianyar, Kubu Karangasem. Dalam seharinya, Yoga menyebutkan, mampu menjual 20 hingga 30 biji buah ental. Untuk 400 biji buah ental ini biasanya habis dijualnya selama 5 hari.

 

Dari segi rasa, ia menuturkan, selintas mirip kelapa muda dan sedikit manis, namun teksturnya lebih lembek dan kenyal seperti jelly. Selain itu daging buah ental ini juga lebih tebal dan berbentuk gepeng. Musim panen buah ental ini yakni setiap setahun sekali, atau pada bulan Juni hingga Juli.

 

“Harus benar-benar tepat waktu panennya. Kalau kurang hanya berisi air saja, kalau lewat akan keras. Mirip seperti kelapa,” katanya.

 

Menurutnya, biasanya ental yang berbuah ini adalah ental yang niranya tidak disadap. Jika niranya disadap, maka ental ini tak mau berbuah. “Memang kebanyakan di desa kami yang memilih menyadap nira. Karena penjualannya lebih mudah,” ungkapnya.

 

Selain menjual kuwud ental, mereka juga menjual tuak manis atau nira dari ental. “Untuk satu botol tuak manis ukuran sedang, harganya Rp 10 ribu,” katanya.
Photo
Photo
Editor : I Dewa Gede Rastana
#penjual kuwud ental #musim panen kuwud ental #buah ental #pedagang kuwud ental #400 biji habis