Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Money Changer Nakal Tipu Wisatawan Ditutup di Legian 

I Komang Gede Doktrinaya • Kamis, 14 Juli 2022 | 15:15 WIB
DITUTUP: Petugas Linmas dan LPM Legian saat mendatangi money changer di Jalan Padma Utara, Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Selasa (12/7) Ist
DITUTUP: Petugas Linmas dan LPM Legian saat mendatangi money changer di Jalan Padma Utara, Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Selasa (12/7) Ist
BADUNG, BALI EXPRESS — Wisatawan Australia menjadi korban penipuan oleh oknum pemilik money changer di Jalan Padma Utara, Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Selasa (12/7) sore. Korban pun harus kehilangan uang sebesar Rp 2,2 juta, akibat tergiur dengan nilai penukaran tertinggi.

Kejadian yang mencoreng citra pariwisata itu pun dilaporkan kepada Linmas dan LPM Legian. Sehingga para petugas langsung melakukan penutupan money changer secara permanen.

Ketua LPM Legian I Wayan Puspa Negara mengatakan, aksi penipuan yang dilakukan oleh salah satu pemilik money changer terjadi Selasa sore. Saat itu, seorang wanita paruh baya asal Australia menukarkan dolar Amerika, lantaran tergiur pada papan reklame money changer yang memasang rate tinggi. Dalam papan reklame tertulis untuk satu dolar dapat ditukarkan dengan Rp 14 ribu lebih.

“Wisatawan itu menukarkan uang dolar Amerika sebesar 300 dolar dan 500 dolar. Total ada 800 dolar yang hendak ditukar di money changer itu," ujar Puspa Negara, Rabu (13/7)

Setelah dilakukan penukaran, ternyata uang yang diterima tidak sesuai dengan rate yang tertulis pada papan reklame. Bahkan selisihnya pun cukup tinggi, yakni mencapai Rp 2,2 juta.  Sehingga wisatawan pun komplin yang menyebabkan warga di sekitar lokasi curiga dengan aktivitas money changer. Lalu warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Linmas dan LPM Legian.

Puspa Negara menjelaskan, saat mengetahui kejadian tersebut, langsung dilakukan penutupan dan pencabutan aliran listrik di usaha bersangkutan. Pihaknya pun mengaku melakukan upaya mediasi agar kedua belah pihak mau berdamai. Sehingga citra pariwisata di Legian tidak tercoreng akibat aksi yang dilakukan oleh oknum pemilik money changer tersebut.

“Wisatawan dan pemilik money changer itu berdamai. tetapi, kita tetap melaporkan ke BI (Bank Indonesia) sebagai bahan evaluasi. Karena kewenangan untuk mengusut itu ada di BI dan instansi lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali ini menerangkan, tidak menutup kemungkinan persoalan tersebut dapat masuk ke ranah hukum. Hal ini semata memberikan efek jera kepada oknum nakal yang telah merusak citra pariwisata. Pihaknya pun mengaku melakukan pendataan money changer untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang.

“Penindakan terhadap pemilik money changer yang berulah kami tutup dan tidak boleh beroperasi. Kemudian, bagi pemilik money changer yang tidak berizin, kami akan usir semua dari wilayah Legian," tegasnya.

 
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#legian #I Wayan Puspa Negara #Ketua LPM Legian #Tipu Wisatawan #ditutup permanen #Money Changer nakal #Rusak Citra Pariwisata