Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Fak Farmasi Unmas Transfer Teknologi untuk Pengusaha Bird Nest

I Komang Gede Doktrinaya • Senin, 22 Agustus 2022 | 04:58 WIB
WALET PUTIH : Ketua tim pelaksana, apt. Ni Made Dharma Shantini Suena, M.Sc., (kiri) dan Mitra Maha Birdnest Bali Ni Wayan Nirmalawati menunjukkan Sarang Walet Putih pada kegiatan Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Mahadataswati (Unmas) De
WALET PUTIH : Ketua tim pelaksana, apt. Ni Made Dharma Shantini Suena, M.Sc., (kiri) dan Mitra Maha Birdnest Bali Ni Wayan Nirmalawati menunjukkan Sarang Walet Putih pada kegiatan Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Mahadataswati (Unmas) De
DENPASAR, BALI EXPRESS- Trend mengonsumsi minuman yang terbuat dari sarang burung walet putih (Bird Nest) sebagai sumber antioksidan di Denpasar saat ini berkembang sangat pesat. Hal ini seiring dengan banyaknya pelaku usaha yang menyediakan jenis minuman kesehatan ini.

Meskipun permintaan pasar cukup banyak, namun pelaku usaha minuman sarang walet putih ini memiliki beberapa masalah terkait proses penyimpanan stok minuman sarang walet. Karena daya simpan minuman ini hanya 24 jam, maka pelaku usaha tidak bisa menyediakan stok minuman sarang walet putih ini sepanjang waktu.

Berkaitan masalah tersebut, Fakultas (Fak) Farmasi Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar melalui pengabdian masyarakatnya bertajuk Ipteks bagi Masyarakat Pengusaha Sarang Walet Putih (Aerodramus fuchiphagus) Hasil Ternakan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, yang diketuai oleh apt. Ni Made Dharma Shantini Suena, M.Sc., dengan anggota team, apt. Debby Juliadi, S.Farm., M.Farm., apt. I Gede Made Suradnyana, S.Si., M.Farm., apt. Ni Putu Udayana Antari, S.Farm., M.Sc. dan Dr. apt. Ketut Agus Adrianta, S.Farm., M.Biomed., mencoba memberikan solusi kepad pelaku usaha minuman kesehatan ini.

"Salah satu solusi yang kami tawarkan adalah formulasi sarang walet putih (SWP) Aerodramus fuchipagus menjadi sediaan granul dan mentransfer ipteks mengenai pembuatan granul SWP ini kepada pihak Mitra (pengusaha minuman)," jelas Ketua Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar, apt. Ni Made Dharma Shantini Suena, M.Sc., Minggu (21/8).

Karena SWP diformulasikan ke bentuk granul ini, lanjut Dharma Shantini Suena, mampu memberikan nilai tambah bagi produk sarang walet yang selama ini sudah diedarkan sejak tahun 2020 oleh Mitra berupa minuman jelly konsentrat. Hal ini karena granul ini memiliki stabilitas dan daya simpan yang lebih lama, yakni hingga 21 hari jika dibandingkan dengan produk minuman jelly konsentrat.

Dikatakannya, produk SBW berupa granul yang sudah diteliti sebelumnya dengan hasil granul memiliki mutu fisik baik dan menunjukkan aktivitas antioksidan. Sehingga sedian granul ini dapat menjadi salah satu produk yang praktis dikonsumsi dan dapat menjadi salah satu alternatif penanganan infeksi yang diakibatkan oleh SARS-CoV-2, serta dapat membantu dalam mempercepat penyembuhan melalui perannya sebagai antioksidan," pungkas Dharma Shantini Suena.

 
Photo
Photo
Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#Pengusaha Bird Nest #Ni Made Dharma Shantini Suena #Minuman Sarang walet Putih #Unmas #Transfer Teknologi #fakultas farmasi #Universitas Mahasaraswati