Meski berada di gang kecil menuju ke Pantai Karang, Sanur, nongkrong di Koppa memang mengasyikkan. Tak terlalu ribet karena sebagian besar penikmat kopi setelah menerima pesanannya akan beringsut ke tepi pantai yang jaraknya tidak sampai lima langkah.
Soal ramai pastilah, karena hanya dengan Rp 15 ribu, pelanggan sudah dapat satu cup kopi kekinian plus pemandangan pantai yang menyejukkan.
Wirya Maliambara, 21, bersama dua rekannya, Mario dan Teddy, membangun Kedai Koppan ini sejak 2021 lalu. Namun, karena kesibukan masing-masing, kedai ini baru mulai dibuka Februari 2022.
Ide awalnya, menurut Wirya, berasal dari kegemaran mereka yang kerap nongki-nongki di tempat hype atau di pantai. “Kita memang senang jalan-jalan, senang ngopi di pantai. Saya sempat mikir, kebetulan saya asli Sanur, ini ngopi enak banget di pantai, dapat ide banyak, refresh. Jadi saya kepikiran, saya dan teman-teman mencoba buka warung kopi. Mereka berdua setuju,” jelasnya saat ditemui Rabu (9/11).
Mau coba kopi Koppan? Lokasinya cukup mudah ditemukan. Pelanggan bisa melalui gang yang terletak di sebelah Maya Sanur Resort and Spa. Dari ujung gang, akan terlihat banyak kendaraan roda dua yang parkir. Pelanggan tinggal mengikuti jalan gang tersebut hingga nantinya menemukan gerobak cokelat.
Tidak hanya lokal, pelanggannya juga merupakan wisatawan asing yang kebetulan berwisata di Pantai Karang. Terutama di hari Sabtu dan Minggu, diakui mahasiswa asli Sanur ini, pelanggan akan sangat ramai.
Koppan dan Kopi Millenial merupakan dua menu best seller di kedainya. Selain kopi, ada teh dan minuman racikan susu seperti Matcha, Taro, Red Velvet dan lainnya. Harganya mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 15 ribu per cup.
“Di sini kita manual brew semua. Ada V60, Vietnam drip juga. Khusus untuk Koppan, komposisinya ada susu, kopi, gula aren, dan flavor kelapa. Kopi Millenial berisi kopi, susu dan gula aren,” bebernya.
Dalam sehari, Wirya bisa menjual 80-100 cup kopi dari pukul 07.00-20.00 Wita. Sedangkan di hari biasa, kedainya mulai buka pukul 16.00-20.00 Wita. “Spesialnya ngopi di sini, teman-teman bisa duduk ngopi santai menikmati deburan ombak yang tenang, mungkin dengan bersantai di sini bisa dapat inspirasi dan mengembangkan ide,” tuturnya.
Membangun kedai ini, Wirya mengaku, tidak mengeluarkan banyak modal. Pasalnya, sejumlah bahan-bahan seperti kayu sudah ia miliki di rumah. “Modal kita nggak banyak-banyak banget. Ada bantuan juga dari orang tua. Kita mulanya cuma iseng saja, apalagi banyak teman-teman pada buka usaha kopi, jadi kita coba juga,” katanya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya