Mulai dari makanan berat seperti lawar, babi guling, sate, hingga aneka minuman seperti daluman, kopi kekinian, hingga minuman jadul Bali.
Bagi generasi 90an, pasti tidak asing dengan es minuman jadul ini. Dari jauh saja, melihat beragam warnanya sangat menarik. Tersedia rasa jeruk, salak, coffee bear, dan limun. Awal tahun 2000-an, biasanya anak-anak membelinya dengan harga Rp 1.000 per bungkus plastiknya berisi es balok. Rasanya segar dan cukup manis.
Owner 'Rasa yang Dulu Pernah Ada' atau stand Minuman Jadul Bali di Denfest, I Made Wira Astika mengatakan, usaha minuman jadul ini bermula dari keinginan untuk menambah uang jajan pada saat pandemi Covid-19 melanda. Ia menjadi reseller temannya. Namun selang beberapa waktu, temannya berhenti berjualan.
“Saya ambil alih. Awal 2020 tepatnya di Februari, hanya toko online di Ubung Kaja dan Kerobokan bernama Rasa yang Dulu Pernah Ada. Tapi karena untuk show up offline, jadilah Minuman Jadul Bali,” jelasnya, Jumat (23/12).
Diakuinya, ia sendiri mulanya tidak tahu minuman jadul ini. Menurutnya, minuman yang dahulunya dikenal dengan sebutan 'Es Minum' ini, dapat memberikan rasa nostalgia era 80-90an ditengah gempuran beragam minuman kekinian. “ Mau infoin juga ke era Milenial, ditengah gempuran minuman hits sekarang, eh dahulu ada lho minuman enak cuma Rp 1000 seplastik pakai es,” jelasnya.
Minuman jadul ini ia peroleh dari distributor langsung di luar Bali. Harga per botolnya ia jual Rp 15 ribu di hari biasa, dan Rp 20 ribu pada saat pameran. Sementara untuk harga 1 kratnya, ia jual Rp 350 ribu. Ia menyebutkan, untuk rasa ter-best seller yakni rasa salak dan coffee bier.
“Per bulan biasanya lumayan (jualannya) sampai 25-50 krat di hari biasa. Misal jika kita habis endorse Foodbloger atau Influencer kadang permintaan meningkat. Sementara ini masih (dijual) di area Bali saja,” katanya.
Selain menjual minuman jadul, ia juga menjual cemilan jadul seperti cokelat colek jadul. Cokelat colek jadul ini harganya Rp 15 ribu per renteng.
“Awalnya iseng saja ikut daftar online stand kuliner di Denfest. Eh, ternyata lolos. Berasa dapat golden ticket di Indonesian Idol,” katanya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya