Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ngeri Tapi Jaen, Santap Babi Guling Malam Hari di Depan Kuburan

I Komang Gede Doktrinaya • Kamis, 9 Februari 2023 | 00:51 WIB
DEPAN KUBURAN : Kuliner Babi Guling Dauh Tungkub di depan Setra Gandamayu, Desa Adat Kesiman, Jalan Waribang, Kesiman Petilan, Denpasar Timur.
DEPAN KUBURAN : Kuliner Babi Guling Dauh Tungkub di depan Setra Gandamayu, Desa Adat Kesiman, Jalan Waribang, Kesiman Petilan, Denpasar Timur.

Menikmati babi guling satu ini bisa sambil uji nyali. Bagaimana tidak? Selain buka malam hari, lokasinya persis di depan kuburan. Ihhh…ngeri-ngeri sedep! Ngeri tapi jaen (nikmat).


DENPASAR, BALI EXPRESS - Konsep kuliner Babi Gulingnya food truck bernama Babi Guling Dauh Tungkub. Penggagasnya I Wayan Agus Suardiana, 30, bersama tiga rekan lainnya.

Tempatnya bukan di restoran yang nyaman, atau kedai dengan balutan tema vintage, tapi lesehan persis di depan kuburan, tepatnya Setra Gandamayu, Desa Adat Kesiman atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Setra Waribang, Jalan Waribang, Kesiman Petilan, Denpasar Timur.

Menurut Suardiana, konsep menikmati Babi Guling di depan kuburan ini dibuat agar memudahkan orang-orang untuk menemukan tempat makannya. Konsep ini sudah ia terapkan sebelumnya di cabang Babi Guling yang pertama, di Peliatan, Ubud, Gianyar. Nah, di Jalan Waribang ini adalah cabang kedua.

“Mau makan di mana? Di Babi Guling Dauh Tungkub. Di mana itu? Di depan Puri Peliatan. Di Waribang ini seperti itu juga. Jadi untuk cari cabang ke dua kami, orang-orang nyarinya Babi Guling depan Setra Waribang,” jelasnya saat ditemui di lokasi, Senin (7/2) malam.

Cabang kedua Babi Guling Dauh Tungkub ini buka sekitar tiga bulan lalu. Sedangkan cabang pertama di Peliatan, Ubud, sudah buka sekitar 1,5 tahun lalu. Usaha Babi Guling ini mulanya dibuka saat pandemi. Dua dari empat owner yang memiliki restoran, sepi pelanggan dampak dari pandemi Covid-19. Demi mengisi kantong, jadilah mereka bekerjasama memutuskan untuk beralih berjualan kuliner Babi Guling. Tak disangka, respon masyarakat positif.

“Penjualan di Denpasar sangat bagus, karena masyarakat di Denpasar antusias sekali dengan Babi Guling. Sangat banyak yang tertarik Babi Guling di sini, apalagi di malam hari,” ungkap pria asal Batuan, Sukawati, Gianyar ini.

Suardiana mengaku, dagangannya buka setiap hari, kecuali hari raya. Dalam seharinya, ia hanya menyiapkan satu potong (ekor) Babi Guling. Berat Babi Guling saat weekday rata-rata di angka 70 kilogram, sedangkan saat weekend rata-rata di angka 80-85 kilogram.

“Tapi di sini kita bukanya hanya 4 jam. Bukanya dari pukul 20.00 Wita sampai pukul 00.00 Wita, selama 4 jam tersebut habis tidak habis kita tutup. Kebetulan selama kita di sini, habis terus dalam 4 jam,” beber executive chef ini.

Berjualan di atas pick up, ungkap Suardiana, adalah salah satu trik yang diterapkan. Pandangan pelanggan pasti harganya murah. Padahal sebetulnya, sama dengan harga Babi Guling umumnya.

Untuk makan di tempat, pelanggan bisa merogoh kocek mulai dari Rp 25 ribu per porsi sudah termasuk minum. Paket spesial dihargai Rp 35 ribu per porsi. Sementara jika dibungkus, mulai dari Rp 15 ribu per porsi.

Disinggung apakah ada pengalaman mistis selama berjualan di depan kuburan ini? Suardiana mengaku, sampai sejauh ini aman. Pun demikian yang dirasakan pelanggan maupun karyawannya. “Kebetulan kita tidak pernah mengalami hal-hal seperti itu (diganggu atau melihat penampakan). Di sini yang penting sesajen, minta izin, itu sudah. Astungkara selama tiga bulan ini berjualan lancar dan aman,” tuturnya.

Salah seorang pelanggan, Kadek Mudita asal Batubulan, Sukawati, Gianyar mengatakan, konsep kulineran di depan kuburan ini memang beda. Mengaku tidak takut, ia justru menyebutnya seperti berwisata. “Sambil malali, sambil simpang makan Babi Guling. Enak saja gitu (kulineran malam), adem rasanya,” kata dia.

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#desa adat kesiman #Setra Gandamayu #Ngeri Tapi Jaen #Santap Babi Guling Malam Hari di Depan Kuburan #Kuliner Babi Guling Dauh Tungkub