Kondisi cuaca yang tak menentu, bahkan tak bisa lagi diprediksi ini, bisa memengaruhi hasil panen. Niat hati supaya bisa panen lebih awal, justru kekhawatiran yang ia rasakan terlebih dulu. Pasalnya, ia mengaku sengaja menanam bibit kapas mendahului dengan tujuan bisa panen lebih awal.
Sayang, prediksinya melenceng. Biasanya bulan April musim hujan sudah reda, tapi kini justru masih rajin mengguyur bumi. Kondisi itu pun memengaruhi hasil panennya, yang biasanya per-hari mendapat minimal 5 kilogram, kini harus puas dengan mendapat 2 kilogram saja.
“Bulan November saya tanam, bulan April bisa panen. Biasanya sudah tidak musim hujan lagi, tapi kenyataannya masih sering hujan,” ujarnya, Selasa (11/4).
Saat ini banyak kapas yang ia tanam justru rusak. Bahkan tumbuh akar, lantaran biji di dalam kapas itu tumbuh akibat diguyur hujan terus menerus. Kalaupun itu di panen, nantinya memerlukan waktu tambahan untuk bisa dijual karena harus menjemur terlebih dulu.
Terkait dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem I Nyoman Siki Ngurah mengatakan, faktor alam yang tidak bisa diprediksi sehingga pihaknya tidak bisa berbuat banyak.
Menurut dia, seharusnya bulan ini belum masa panen kapas jika para petani mengikuti arahan untuk mulai menanam kapas pada awal tahun. "Kalau tanam kapas di awal tahun atau bulan Desember tahun lalu, seharusnya saat ini belum mulai masa panen, nanti kita akan cek ke petani terkait hal tersebut," kata Siki Ngurah. (dir)
Editor : I Komang Gede Doktrinaya