Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Arca Kopi Konsisten Pasarkan Produk di Jalur Digital

I Putu Suyatra • Rabu, 7 Juni 2023 | 23:03 WIB
SORTIR: Sejumlah orang di Arca Kopi menyortir kopi sebelum diolah. (Instagram arca_magicbean)
SORTIR: Sejumlah orang di Arca Kopi menyortir kopi sebelum diolah. (Instagram arca_magicbean)

BANGLI, BALI EXPRESS- Arca Kopi merupakan salah satu UMKM yang secara konsisten mengembangkan pemasaran melalui teknologi digital. Hasil olahan kopi arabika khas Kintamani, Bangli itu pun tak sebatas beredar di Bali, namun sampai merambah berbagai daerah di Indonesia, bahkan ke luar negeri.


I Wayan Arca, pemilik Arca Kopi mengatakan bahwa sejak awal merintis usaha 12 tahun lalu, ia memang terus mengikuti perkembangan teknologi, baik itu untuk pemasaran maupun penjualan produk.  Semua kegiatan yang berkaitan dengan Arca Kopi diunggah di beberapa akun media sosial (medsos). Mulai dari menanam kopi, cara memetik, mengolah dan aktivitas lainnya bisa dilihat di beberapa akun medsosnya. Ia juga memanfaatkan marketplace, termasuk sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah pembeli. “Dari awal saya sudah mulai menerapkan online (teknologi digital,Red). Kelemahan dari orang tua saya dulu, tidak masuk online jadi penyebaran informasi agak kurang,” kata Arca, Selasa (6/6).


“Kalau saya ngoceh ke cafe-cafe orang, mereka gak bakalan percaya. Jejak digital itu yang sekarang orang lihat,” tambahnya.


Berbagai kegiatan yang ditampilkan di medsos itu semua  real. Tidak ada dibuat-buat hanya demi kepentingan pencitraan semata. Tak jarang pula, pembeli langsung diajak ke kebun kopi dan tempat pengolahan. “Sering ada yang melihat langsung ke lapangan,” kata pria asal Desa Ulian, Kecamatan Kintamani, Bangli ini.


Tempat pengolahan kopi itu berada di Ulian. Demikian pula dengan kebunnya juga berada di desa itu dan desa terdekat. “Kopi yang diolah ada dari kebun saya sendiri, dan dibeli dari petani,” sambung pria berusia 43 tahun ini.


Di Arca Kopi, kopi arabika diolah menjadi bubuk, green bean dan roasted bean. Untuk memberikan pengalaman minum kopi dengan cita rasa yang khas, Arca Kopi sudah menentukannya mulai dari pembibitan. Ada yang rasanya asam, pahit dan rasa lainnya. Konsumen tinggal pilih rasa yang diinginkan. “Misalnya mau asam tinggi, pait banget, ada,” ungkap nasabah BRI ini.


Regional CEO BRI Denpasar Recky Plangiten mengatakan BRI terus mendorong nasabah bertransformasi ke pengelolaan bisnis secara digital. Ini untuk meningkatkan kapasitas dan kelanjutan bisnis nasabah. BRI berupaya memberikan pendampingan, pelatihan, membuat program dan produk untuk akselerasi digitalisasi UMKM. Salah satunya program Brilian Preneur untuk pendampingan dan pelatihan nasabah UMKM, mulai dari proses penggunaan produk digital BRI, pelatihan manajemen usaha, sampai dengan menyertakan nasabah dalam pameran UMKM di JCC sehingga dapat memperluas pasar nasabah UMKM. (wan)

Photo
Photo
Editor : I Putu Suyatra
#Regional CEO BRI Denpasar Recky Plangiten #arca kopi #bangli #umkm