Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perajin Wastra Beludru Manfaatkan Platform Digital untuk Yakinkan Pembeli

I Made Mertawan • Selasa, 27 Juni 2023 | 00:45 WIB

 

UMKM : Wastra beludru solder hasil kerajinan I Ketut Ngabdi dipasang di palinggih.
UMKM : Wastra beludru solder hasil kerajinan I Ketut Ngabdi dipasang di palinggih.

BANGLI, BALI EXPRESS- I Ketut Ngabdi merupakan salah satu perajin wastra beludru solder di Kabupaten Bangli. Selama ini, ia memanfaatkan platform digital untuk meyakinkan pembeli.

Hal itu dilakukan karena menyadari perkembangan teknologi yang semakin pesat. Sebagai pelaku UMKM, ia harus mengikuti perkembangan itu jika ingin tetap eksis. Apalagi wastra beludru solder hasil kerajinannya dibuat dengan kualitas bagus, sehingga harganya lebih mahal dibandingkan wastra beludru di pasaran. Wastra beludru solder ini biasanya untuk di bangunan rumah style Bali dan di pura.

Pria yang membuat kerajinan di rumahnya di Banjar Tegalasah, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Bangli ini sudah memanfaatkan platform digital sebagai media pemasaran sejak sekitar 5 tahun. “Hasil kerajinan, siapa yang memesan, saya upload di medsos (media sosial). Itu untuk meyakinan calon pembeli. Setelah melihat di medsos, banyak yang datang langsung melihat ke rumah,” tutur Ngabdi saat dikonfirmasi Minggu 26 Juni 2023.

Platform digital yang selama ini dimanfaatkan adalah Facebook, Instagram dan Youtube. Banyak pembelinya datang ke rumahnya setelah melihat postingan di medsos, selain juga sudah memiliki banyak pelanggan.

Sejauh ini Ngabdi banyak melayani pesanan dari kalangan pejabat. Sejumlah puri dan pura-pura besar di Bali menggunakan wastra beludru solder hasil karya pria berusia 42 tahun ini. “Kalau ada pejabat yang membeli, saat saya memasang di pura-pura, di mana pun, itu saya upload di medsos, sekalian endorse,” tegasnya.

“Saya upload biar mereka yang sebelumnya belum tahu bisa tertarik membeli. Kalau andalkan pemasaran dari mulut ke mulut, susah,” tambahnya. Dalam sebulan omzet penjualannya sekitar Rp20 juta.

Regional CEO BRI Denpasar Recky Plangiten mengatakan terus mendorong nasabah bertransformasi ke pengelolaan bisnis secara digital. Hal tersebut untuk meningkatkan kapasitas dan kelanjutan bisnis nasabah. BRI berupaya mendigitalisasi nasabah UMKM dengan melakukan pendampingan, pelatihan, membuat program dan produk untuk akselerasi digitalisasi UMKM.

Salah satunya program Brilian Preneur untuk pendampingan dan pelatihan nasabah UMKM dari proses penggunaan produk produk digital BRI, pelatihan manajemen usaha, sampai dengan menyertakan nasabah dalam pameran UMKM di JCC sehingga dapat memperluas pasar nasabah UMKM. “Sedangkan untuk digitalisasi nasabah UMKM di pasar tradisional BRI menggunakan platform pasar.id dengan memfasilitasi seluruh pedagang pasar di Indonesia untuk melakukan aktivitas jual beli secara digital,” kata Recky Plangiten. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bangli #umkm #BRI #Perajin #platform digital