BANGLI, BALI EXPRESS- Nengah Kita, salah satu nasabah UMKM Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang selalu memakai QRIS BRI setiap transaksi saat mengikuti pameran. Itu dilakukan karena lebih praktis.
Perajin gerabah mozaik asal Dusun Kalanganyar, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Bangli ini pun membeberkan kemudahan menggunakan QRIS. Pertama, pembeli tidak harus membawa uang tunai. Cukup scan barcode. Saldo rekening dipotong sesuai nilai belanja. Tidak ada biaya administrasi. “Itu kemudahan untuk pembeli,” kata Kita.
Sebagai penjual, pemilik Anita Mozaik ini merasa nyaman transaksi menggunakan QRIS. Ia tak perlu menyiapkan uang kembali. Kemudian uang langsung masuk ke rekening. Ia tidak khawatir bawa uang dalam jumlah banyak yang tentunya berisiko.
Kemudian, jika ada yang berbelanja dalam jumlah besar, Kita yang hasil kerajnan sudah merambah pasar internasional ini tidak perlu sibuk menghitung uang. Tentnya juga terhindar dari kemungkinan menjadi korban uang palsu. “Pokoknya saya lebih nyaman pakai QRIS. Apalagi pameran di luar Bali, banyak tidak bawa uang tunai,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela mengikuti pameran di Alun-Alun Bangli, Jumat 30 Juni 2023.
Pria berusia 44 tahun ini mengakui sering ikut pameran, baik yang difasilitasi BRI, pemerintah daerah maupun pihak lain. Dalam setahun, bisa mengikuti pameran sebanyak empat kali. “Satu kali itu sudah pasti, saat HUT Kota Bangli,” sebutnya.
Selain mengikuti pameran dalam berbagai event, gerabah mozaik yang terdiri dari kendi, piring, hiasan lampu dan jenis lainnya ini juga ekspor ke sejumlah negara. Di antaranya Amerika Serikat, Argentina, New Zealand dan Australia.
Hal serupa dikatakan nasabah BRI lain I Komang Budiasa. Pemilik Toko Canang Sari di Kota Bangli ini tetap setia menggunakan QRIS di tokonya karena lebih praktis. Terlebih sudah banyak orang mempunyai aplikasi tersebut. Sekitar 40 persen konsumennya transaksi menggunakan QRIS.
BRI terus mendorong nasabah UMKM menyediakan QRIS. BRI RO Denpasar yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) ditarget mengakuisisi 151.400 merchant QRIS, tahun ini. “Sampai dengan Mei 2023, masyarakat dapat melakukan pembayaran di 201.000 lebih merchant QRIS BRI yang tersebar di wilayah Bali, NTB, dan NTT,” sebut Regional CEO BRI Denpasar Recky Plangiten melalui keterangan tertulis.
Dengan Qris BRI, lanjut Recky, transaksi menjadi lebih mudah dan aman karena transaksi tercatat dan terdapat bukti setelah pembayaran berhasil. Selain itu, transaksi akan lebih praktis karena tidak perlu menyediakan uang kembalian dan dapat dibayarkan dengan m-banking atau e-wallet apapun. “Merchant QRIS BRI merupakan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah dengan pendapatan tertentu per tahun,” ungkapnya. (*)
Editor : Nyoman Suarna