Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Harga Rumah Subsidi Naik 7 Persen, REI Bali Optimis Capai Target 5.000 Unit

Rika Riyanti • Sabtu, 8 Juli 2023 | 02:12 WIB
DPD REI Bali Catat Peningkatan Penjualan Rumah Subsidi
DPD REI Bali Catat Peningkatan Penjualan Rumah Subsidi

DENPASAR, BALI EXPRESS - Kenaikan harga rumah subsidi memberikan angin segar bagi developer. Harga rumah subsidi mengalami kenaikan dari Rp 168 juta sejak 2019 dan tidak naik selama hampir 4 tahun, terutama dikarenakan pandemi Covid-19, per 4 Juni 2023 pemerintah secara resmi mengeluarkan PMK kenaikan menjadi 181 juta khusus di Bali. Terhitung, kenaikan harga rumah subsidi ini mencapai 7 persen.

“Ketimbang engga naik sama sekali karena harga bahan-bahan bangunan sudah lebih dulu naik, jadi kita bersyukur. Kalau harga tidak naik, otomotis etos kerja naik karena sektor swasta bekerja juga berdasarkan profit oriented. Kalau tidak naik, otomatis teman-teman developer tidak mau mengambil segmen itu,” kata Ketua Real Estate Indonesia (REI) Bali, I Gede Suardita, belum lama ini.

Gede Suardita menambahkan, bagi konsumen kenaikan harga dari Rp 168 juta menjadi Rp 181 juta tidak terlalu mempengaruhi. Misalnya saja, terang dia, untuk DP yang harus dikeluarkan untuk harga Rp 168 juta minimal 1 persen menjadi Rp 1,6 juta, sedangkan sekarang hanya Rp 1,8 juta, ditambah dengan bantuan uang muka Rp 4 juta.

Disamping itu, bunga rumah subsidi per tahun selama masa kredit maksimal 20 tahun hanya 5 persen flat atau tidak ada kenaikan sehingga cicilan per bulan hanya Rp 1.100.000, dengan kenaikan harga ini menjadi tidak lebih dari Rp 1,2 juta. “Makanya menurut saya masyarakat konsumen tidak terlalu terdampak dengan kenaikan harga ini,” katanya.

Bagi developer, kenaikan harga rumah subsidi tersebut memberikan angin segar. Sehingga berdampak pada mulai bergairahnya developer untuk membangun kembali rumah subsidi dan menyukseskan program pemerintah. “Dulu bank landnya dibiarkan, sekarang mulai digarap lagi,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, antusias pengembang untuk mengembangkan rumah subsidi terlihat dari pencapaian pembangunan rumah subsidi. Oleh karena itu ia optimis, pembangunan maupun penjualan rumah subsidi tahun 2023 dapat mencapai target yaitu 5.000 unit dengan catatan regulasinya semakin mudah, dan situasi terjaga.(*)

 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#perumahan #bali #capai target #developer #rumah subsidi #rei bali #KENAIKAN