Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Usaha Kelapa dari Desa Sanur Bali; Awalnya 20 Biji, Nyoman Patra Kini Bisa Jual 500 Biji Per Hari

Rika Riyanti • Sabtu, 29 Juli 2023 | 09:05 WIB
BISNIS KELAPA: Kelapa-kelapa yang dijual di Warung Pengkolan, Sanur
BISNIS KELAPA: Kelapa-kelapa yang dijual di Warung Pengkolan, Sanur

DENPASAR, BALI EXPRESS - Bermula dari 20 buah kelapa per hari di awal tahun 2022, Nyoman Patra yang berjualan di Sanur, Denpasar, Bali, saat ini berhasil menjual lebih dari 500 kelapa per hari.

Kelapa-kelapa yang dijualnya diperoleh langsung dari salah satu kabupaten ujung barat Bali, Negara.

Nyoman Patra, pemilik Warung Pengkolan, menuturkan, bisnis kelapa muda ini dimulai saat peralihannya di masa kerja ke masa pensiun.

Bersama dengan istrinya, ia merintis usaha kecil-kecilan ini hingga memiliki pelanggan tidak hanya warga lokal, tetapi juga para wisatawan domestik (wisdom) dan mancanegara (wisman). 

“Saat peralihan ke masa pensiun, hanya sesekali per bulan ke kantor. Jadinya sepi tidak ada kerjaan, jadi saya memutuskan coba jual kelapa muda. Awalnya jual 20 buah per hari, lama-lama warga sekitar tahu, jadi langganan di sini, bule juga banyak yang beli, karena mereka suka kelapa yang fresh. Jadi lumayan untuk menambah pemasukan,” jelasnya saat diwawancara di warungnya Jalan Betngandang Sanur, Jumat (28/7).

Pada awalnya, ia hanya menjual kelapa muda yang dipotong dan setengah kupas. Untuk satu buah kelapanya, ia jual dari harga Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu tergantung ukuran kelapa.

Namun seiring berjalannya waktu, banyak request masuk dari pelanggannya, khususnya wisatawan, agar bisa menjual dengan kemasan yang dapat lebih mudah dibawa.

“Di sini saya banyak punya langganan bule, karena Sanur merupakan kawasan wisata dan banyak penginapan. Kadang ada yang minta dikupas dan dituangkan ke botol. Karena banyak permintaan seperti itu, saya buatkan kemasan lebih simpel dan sekaligus untuk branding,” jelas pria asli Sanur ini.

Jenis kelapa yang ia jual ada kelapa kuwud, bungkak gadang, bungkak gading, hingga kelapa mulung.

Khusus untuk kelapa mulung ini ia jual seharga Rp 20 ribu, lantaran kelapa mulung ini dikenal sebagai kelapa obat.

Selain kelapa berbentuk utuh, ia menjual air kelapa murni dalam bentuk botol mulai dari Rp 10 ribu kemasan kecil, hingga Rp 25 ribu untuk ukuran 1,5 liter.

“Ada juga es dengan daging kelapa, ini hanya Rp 5 ribu saja,” sebutnya.

Jika dihitung-hitung, Nyoman Patra bisa mengantongi pendapatan bersih mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta per hari.

“Selain dagangan di rumah, saya juga kirim-kirim ke beberapa restoran dan guest house di Sanur,” terangnya.

Disinggung terkait di usia senjanya yang masih bekerja keras, Nyoman Patra mengaku tetap semangat.

Meskipun bekerja mengupas ratusan kelapa seorang diri, Nyoman Patra mengatakan ini demi menghidupi keluarga.

“Kadang istirahatnya saat distributor tidak ngirim kelapa ke rumah, jadi stok kelapa kosong, saya bisa istirahat seharian,” katanya, sambil menyebutkan Warung Pengkolan ini mulai buka pukul 06.00-21.00 Wita setiap harinya

Editor : I Putu Suyatra
#bali #kelapa #sanur #denpasar