DENPASAR, BALI EXPRESS - Hari Raya Galungan tinggal menghitung hari. Permintaan masyarakat Bali untuk uang tunai dan uang pecahan kecil diprediksi mengalami peningkatan.
Umumnya, uang pecahan kecil digunakan untuk berbelanja ke pasar maupun sebagai uang sesari canang.
Mengenai hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali, Erwin Soeriadimadja menuturkan, Bank Indonesia senantiasa menyediakan kebutuhan uang tunai dalam jumlah dan pecahan sesuai kebutuhan masyarakat.
Terutama untuk keperluan di hari-hari raya.
KPwBI Bali memprakirakan kebutuhan uang tunai periode Galungan dan Kuningan ini adalah sebesar Rp 962 miliar atau meningkat sebesar 71 persen dibandingkan periode Galungan dan Kuningan 2022 yang tercatat sebasar Rp 562 miliar.
“Untuk itu, BI Bali telah menyiapkan uang tunai sebanyak Rp 3,1 triliun atau 324 persen dari yang dibutuhkan,” sebutnya.
Selain periode Galungan dan Kuningan pada 2023 ini, disebutkan, dengan peningkatan wisatawan, kebutuhan uang tunai meningkat dari Rp 5,8 triliun pada semester I 2022 menjadi sebesar Rp 6,7 triliun atau tumbuh 16 persen pada semester I 2023.
Sementara itu, sebagai upaya memudahkan penukaran uang pecahan kecil, KPwBI Bali bekerjasama dengan perbankan menyediakan Layanan Penukaran Uang Rupiah melalui mobil kas keliling.
Dilansir dari instagram Bank Indonesia Bali (@bank_indonesia_bali), BI Bali bekerja sama dengan sejumlah perbankan menggelar Layanan Penukaran Uang Rupiah.
Layanan penukaran uang rupiah ini disebar di sejumlah lokasi menggunakan mobil kas keliling. Lokasi-lokasi yang dibuka untuk layanan penukaran uang rupiah yaitu di Area Parkir Bank BPD Bali - Kantor Cabang Renon pada Jumat (24/7) mulai pukul 09.00-12.00 Wita.
Kantor Cabang Bank Mandiri Udayana Denpasar pada Senin (31/7) mulai pukul 09.00-12.00 Wita, termasuk di Kantor Cabang Bank BNI Renon dan Imam Bonjol Square serta Kantor Cabang Maspion Denpasar.