Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Daerah Paling Makmur di Bali Ternyata Bukan Badung, atau Gianyar

I Putu Suyatra • Senin, 7 Agustus 2023 | 00:05 WIB
Kondisi Bandara Ngurah Rai di Bali yang menjadi salah satu pendukung pariwisata yang mempengaruhi ekonomi Bali
Kondisi Bandara Ngurah Rai di Bali yang menjadi salah satu pendukung pariwisata yang mempengaruhi ekonomi Bali

DENPASAR, BALI EXPRESS - Daerah paling makmur di Bali ternyata bukan Badung. Meski dikenal sebagai kabupaten terkaya, namun berdasarkan perhitungan Indek Pembangunan Manusia (IPM) Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, Badung ternyata bukan daerah yang paling makmur. Gianyar juga bukan.

Untuk diketahui, tingkat kemakmuran sebuah daerah di Indonesia dihitung menggunakan IPM. Nah, pembangunan manusia di Provinsi Bali pada tahun 2022 mengalami peningkatan dibanding sebelumnya.

Hal itu terlihat dari besaran IPM Bali yang di tahun ini tercatat sebesar 76,44 atau tumbuh 0,99 persen (meningkat 0,75 poin) dibandingkan capaian tahun 2021.

Dari dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada tahun 2022 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 72,60 tahun, lebih lama 0,36 tahun dibandingkan dengan bayi yang lahir pada tahun sebelumnya.

Dari dimensi pengetahuan, pada tahun 2022 anak-anak berusia 7 tahun ke atas memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 13,48 tahun atau hampir setara dengan lamanya waktu untuk menamatkan pendidikan setingkat Diploma I atau semester dua di tingkat universitas.

Angka ini meningkat 0,08 tahun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 13,40 tahun. Rata-rata lama sekolah penduduk umur 25 tahun ke atas juga meningkat sebesar 0,33 tahun, dari 9,06 tahun pada tahun 2021 menjadi 9,39 tahun pada tahun 2022.

Demikian juga dari dimensi standar hidup layak yang diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil per kapita.

Pada tahun ini turut mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

Rata-rata pengeluaran riil per kapita (yang disesuaikan) pada tahun 2022 tercatat sebesar 13,94 juta rupiah per tahun atau meningkat 122 ribu rupiah dibandingkan tahun 2021.

Sementara jika dilihat per kabupaten, pencapaian Pembangunan Manusia di Tingkat Kabupaten/Kota di Bali pada tahun 2022, cukup bervariasi.

Berikut rincian tingkat kemakmuran kabupaten/kota di Bali berdasarkan IPM 2022:

  1. Karangasem.

Kabupaten Karangasem, berada di ujung timur Provinsi Bali dipimpin oleh pasangan  Bupati Karangasem I Gede Dana dan Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa. Kabupaten ini memiliki catatan IPM sebesar 68,28.

Angka ini adalah yang terendah di Bali. Meski begitu, tingkat pertumbuhan IPM Karangasem terbilang paling tinggi dibanding lainnya.

Yakni mencapai 1,37 persen jika dibandingkan IPM pada tahun 2021 yang mencapai 67,36.

  1. Kabupaten Bangli

Kabupaten Bangli adalah satu-satunya kabupaten di Bali yang tidak memiliki garis pantai.

Saat ini Bangli dipimpin oleh pasangan Bupati dan wakil Bupati, Sang Nyoman Sedana Arta dan I Wayan Diar.

Tahun 2022, nilai IPM Bangli sebesar 70.26 atau meningkat 1,28 persen dibanding tahun 2021 yang tercatat 69,37.

  1. Kabupaten Klungkung

Kabupaten Klungkung dikenal dengan julukan daerah Serombotan. Serombotan adalah salah satu kuliner khsa Klungkung.

Saat ini, Kabupaten Klungkung dipimpin oleh pasangan Bupati I Nyoman Suwirta dan Wakil Bupati I Made Kasta.

Pada tahun 2022, tingkat IPM Klungkung mencapai 72,55 dengan peningkatan 1,11 persen dibanding tahun lalu yang mencatat 71,75 .

  1. Kabupaten Buleleng

Kabupaten Buleleng, atau yang juga sering diseut Den Bukit, berada di ujung utara Pulau Bali.

Di tempat lahir ibunda sang Proklamator IR Soekarno atau Bung Karno tersebut, saat ini dipimpin oleh penjabat bupati Ketut Lihadnyana.

Pada tahun 2022, tingkat IPM Buleleng mencapai 73,45. Angka ini meningkat 1,23 persen dari tahun lalu yang mencapai 72,56.

  1. Kabupaten Jembrana

Kabupaten Jembrana yang sekarang dipimpin oleh Bupati I Nengah Tamba dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna berada di ujung barat Pulau Bali.

Tahun ini, tingkat IPM Kabupaten Jembrana meningkat 1,14 persen dibandingkan tahun 2021.

Jika tahun lalu IPM Kabupaten Jembrana sebesar 72,75, maka tahun 2022 meningkat menjadi 73,58.

  1. Kabupaten Tabanan  

Kabupaten Tabanan sekarang dipimpin Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, dan Wakil Bupati I Made Edi Wirawan, SE peningkatannya lebih kecil dari Jembrana.

Nilai IPM Kabupaten Tabanan tahun 2022 adalah 76,75. Atau mengalami peningkatan 0,39 persen dibanding tahun 2021 menjadi 76,45.

  1. Kabupaten Gianyar

Kabupaten Gianyar juga disebut sebagai daerah seni. Saat ini, Gianyar menjadi markas klub sepak bola Liga 1 Indonesia, Bali United.

Saat ini, Gianyar dipimpin oleh Bupati I Made Mahayastra dan Wakil Bupati Anak Agung Gde Mayun.

Tahun 2022, nilai IPM Gianyar mengalami peningkatan sebesar 0,89 persen dibanding tahun 2021.

Pada tahun 2022, IPM Gianyar sebesar 78,39. Sedangkan tahun lalu 77,70.

  1. Kabupaten Badung

Kabupaten Badung dikenal sebagai daerah terkaya di Bali karena banyak akomodasi pariwisata berada di daerah ini.

Hanya saja, Badung yang sekarang dipimpin oleh Bupati I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati I Ketut Suiasa tidak termasuk kabupaten termakmur di Bali.

Meski begitu, IPM Badung tahun 2022 tetap masuk kategori sangat tinggi yakni 82,13. Atau mengalami peningkatan sebesar 0,37 persen dibanding tahun lalu yang tercatat 81,83.

  1. Kota Denpasar

Kota Denpasar adalah Ibu Kota Provinsi Bali. Daerah ini berada di wilayah selatan Pulau Bali.

Saat ini Kota Denpasar dipimpin oleh Walikota IGN Jaya Negara dan Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa.

Dengan status sebagai salah satu kota besar di Indonesia, IPM Denpasar mencapai 84,37. Atau mengalami peningkatan sebesar 0,40 persen dibanding tahun 2021 yang tercatat 84,03.

Editor : I Putu Suyatra
#bali #gianyar #Kemakmuran #ipm #karangasem #badung