Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ramai Dilarang Berjualan Langsung di TikTok Shop, Ini Beda E-Commerce dan Social Commerce 

I Putu Suyatra • Selasa, 26 September 2023 | 20:03 WIB

ilustrasi
ilustrasi
 

DENPASAR, BALI EXPRESS - Imbas dari sepinya pembeli di pasar-pasar, sehingga menimbulkan keluhan pedagang yang diperuntukkan ke TikTok Shop dkk, Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan mengeluarkan larangan social commerce untuk berjualan langsung.

Pasalnya, dengan segala promo dan fitur-fitur menguntungkan pedagang di media sosial tersebut seperti TikTok Shop, berani menjual produknya dengan harga miring. 

Disamping itu, memang tak dipungkiri pengguna media sosial yang juga menyediakan fitur berbelanja itu penggunanya cukup banyak.

Adanya perubahan pola berbelanja ini juga lantaran adanya pandemi Covid-19 lalu. Masyarakat merasa lebih mudah berbelanja di e-commerce tanpa perlu keluar rumah. 

Namun sebetulnya, apa itu e-commerce? Kemudian apa perbedaannya dengan social commerce?

Berikut ini ulasannya.

E-Commerce

Dilansir dari berbagai sumber, e-commerce merupakan singkatan dari electronic commerce. Jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, memiliki arti perdagangan elektronik. 

Perdagangan elektronik ini merujuk pada proses jual-beli produk atau layanan yang dilakukan secara online melalui internet. 

Dalam e-commerce, mulai dari transaksi, pembayaran dan pengiriman produk atau layanan umumnya dilakukan melalui platform online. Contohnya, situs web atau aplikasi seluler. 

Adanya e-commerce ini, konsumen tidak perlu repot-repot melipir keluar rumah untuk berbelanja.

Kemajuan teknologi dalam bidang konsumsi ini menjadi cara populer untuk berbelanja dan berbisnis lantaran kemudahan, keuntungan, dan kenyamanan yang ditawarkan.

Social Commerce

Social commerce merujuk pada gabungan elemen-elemen media sosial dan e-commerce. 

Ini berarti menggunakan platform media sosial untuk mendukung proses jual beli produk atau layanan melalui interaksi sosial.

Contohnya, rekomendasi teman, ulasan produk, atau promosi melalui media sosial yang dimanfaatkan untuk mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. 

Beberapa platform media sosial telah mengintegrasikan fitur-fitur belanja, sehingga pengguna dapat menemukan dan membeli produk langsung dari platform tersebut. 

Selain itu, influencer media sosial sering kali berperan dalam mempromosikan produk atau merekomendasikan merek kepada pengikut mereka.  

Social commerce memberikan pengalaman berbelanja yang lebih sosial dan interaktif. Konsumen dapat berdiskusi tentang produk, berbagi pengalaman mereka, dan memperoleh saran sebelum membeli.

Editor : I Putu Suyatra
#e-commerce #social commerce