Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tawarkan Kualitas, Pabrik Tekstil Kini Lebih Banyak Sasar Komunitas

Rika Riyanti • Minggu, 22 Oktober 2023 | 00:02 WIB
KUALITAS: Salah satu usaha tekstil di Denpasar, Nirwana Tekstil
KUALITAS: Salah satu usaha tekstil di Denpasar, Nirwana Tekstil

 

 

DENPASAR, BALI EXPRESS - Pulih pasca pandemi Covid-19, ekonomi mulai kembali bergeliat. Bali yang telah melewati fase terengah-engah, kembali dilirik para pengusaha untuk melebarkan sayapnya.

 

Penjualan e-commerce yang terus meningkat, serta persaingan harga yang dirasakan, dikhawatirkan mematikan pengusaha tekstil lokal.

 

 


Presiden Direktur Nirwana Textile, Alex Ferdian Santoso menyampaikan, brand-brand besar yang menjadi langganannya sempat mengalami penurunan karena penjualan e-commerce di platform, sehingga mempengaruhi permintaan kain ke Nirwana Fabric Outlet yang juga menurun. Murahnya harga kain yang ditawarkan, bahkan sampai diluar nalar, sebetulnya merupakan bahan impor atau impor ilegal berkualitas rendah.

 

Sedangkan, pengusaha lokal harganya masih standar sehingga berimbas untuk pengusaha-pengusaha dalam negeri. “Akhirnya kami jualan bukan komoditas tapi brand. Kami menjaga kualitas. Semua barang yang kami jual ada treatment dan value addict,” ungkapnya, saat diwawancarai pada grand opening Nirwana Textile di Denpasar, Sabtu (21/10).

 


Meski begitu, Alex menambahkan, pihaknya tidak memikirkan penjual-penjual kain yang menjual dibawah harga standar karena yang harus ditonjolkan kualitas. Di tengah maraknya penjualan online, Alex berani membuka outlet di Bali yang sebelumnya ada di Bandung dan Jogjakarta. Ia melihat, yang membuat ia kuat adalah bekerja sama dengan komunitas-komunitas dan UMKM. “Kami ada di Bandung, Jogjakarta, ketiga Bali. Bandung ada dua outlet,” sebutnya.

 

 


Alex mengungkapkan, pelanggan atau komunitas-komunitas yang menjadi pelanggannya justru banyak dari Bali ke Bandung mencari bahan kain. Bali adalah satu satu daerah yang banyak pengusaha konveksi atau fashion. Wisatawan juga sering membawa oleh-oleh kaos outlet-outlet di Bali.

 

Selain itu, atmosfer bisnis tekstil di Bali masih sehat; belum terkontaminasi bahan kain impor ilegal. “Bali juga kami lihat pasarnya bagus. Masih banyak potensi dan inovasi dari Nirwana bisa diaplikasikan di Bali,” jelasnya.

 

 


Meski diketahui persaingan tekstil sangat ketat terlebih soal harga dan banjirnya barang impor. Alex tetap memilih membuka outlet di Bali karena melihat pangsa pasar yang menggiurkan dan juga pelanggan sebelumnya yang banyak berasal dari Pulau Dewata.

 


Menurutnya, jika tidak ingin bersaing dengan harga, maka harus menonjolkan kualitas lebih baik dengan harga wajar. Kain yang diproduksi harus memiliki nilai lebih. Misalnya, membuat kaos harus bersih tidak ada bulunya atau buat kain yang anti panas.

 

“Itu di tempat lain tidak ada. Kami buat jenis kaos anti bakteri dan bau tempat lain tidak ada. Itu langsung kerja sama dengan orang-orang teknikal bekerja sama orang-orang skala internasional. Kami ingin dekat dengan UMKM lokal di sini,” paparnya.

 


Setiap produk yang tersaji di outlet ini adalah hasil dari perpaduan ide brilian, keterampilan unggul, dan teknologi inovatif. Jenis-jenis kain unggulan seperti Cotton Combed Bio Wash, Cotton Combed Supersoft, Cotton Japan Aloe, Cotton Australia Coolbreeze, dan Cotton Fleece, hanya merupakan sebagian kecil dari ragam produk yang ditawarkan. Di outlet ini, terdapat berbagai pilihan lain yang juga akan memenuhi kebutuhan tekstil Anda.

 

 


Selain itu, Nirwana Fabric Outlet juga memiliki aplikasi sehingga pelanggan tidak perlu datang jika ingin mencari kain tertentu. Sebab, dari jenis kain, harga hingga stok ditampilkan.

 


Lebih lanjut Alex berharap, Nirwana bisa mendukung UMKM di Bali karena banyak pengusaha konveksi dan toko oleh-oleh. Membandingkan dengan bisnis tekstil di Pulau Jawa, di Bali masih sehat dan bisa memproduksi barang-barang yang berkualitas untuk mendukung UMKM konveksi berkualitas.

 


“Harapannya kalau di Jawa, UMKM banyak produk ilegal dari mancanegara. Situasi di Bali agak berbeda dan keberaaan kami bisa mengupgrade supaya produk lokal semakin dicintai karena kualitasnya bagus,” tuturnya.(*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#pengusaha #bali #ekonomi #pabrik #Tekstil