Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemprov Bali Bakal Bangun Pasar Induk di Empat Lokasi pada 2024

Rika Riyanti • Rabu, 1 November 2023 | 23:39 WIB
Kepala Disperindag Bali I Wayan Jarta ketika diwawancara soal rencana pembangunan pasar induk di Bali.
Kepala Disperindag Bali I Wayan Jarta ketika diwawancara soal rencana pembangunan pasar induk di Bali.

DENPASAR, BALI EXPRESS- Pemprov Bali melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali akan menyiapkan pasar induk.

Rencana pembangunan pasar induk ini saat ini masih dalam proses. Demikian disampaikan Kepala Disperindag Provinsi Bali I Wayan Jarta.

“Kalau pasar induk sedang dalam proses, sedang kita matangkan. Yang begini kan tidak boleh grasa-grusu sembarangan. Kita kaji betul, tempatnya, pengelolanya. Itu sudah mulai dibahas dibawah pimpinan Pak Sekda,” ungkap Jarta Rabu, 1 November 2023.

Rencananya, pasar induk ini akan dibangun di empat lokasi. Namun terkait lokasinya, dikatakannya masih dalam kajian.

Kendati demikian, pihaknya menargetkan agar pasar induk sudah dapat dibangun pada tahun 2024 mendatang.

Pasar induk ini penting dibangun sebagai upaya untuk menjaga harga bahan pokok (bapok) tetap stabil.

Sementara untuk anggarannya, Jarta mengatakan akan bersinergi dengan pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat.

Untuk saat ini progres pembangunan pasar induk masih pada tahap Feasibility Studies (FS). 

“Penting (membangun pasar induk) untuk harga, ketika suplai berlebih di sana lah kendalinya. Di Pasar Induk pasti ada gudang kan, dia yang mengendalikan di sana ketika harga sudah naik dilepas. Itu fungsi pasar induk,” jelasnya. 

Jarta menuturkan, untuk pemilihan lokasi Pasar Induk harus memiliki wilayah yang luas karena pasar induk harus memiliki tiga gudang sebagai tempat penyimpanan mobil dan truk.

Di samping itu diterangkannya, tempat juga perlu ditentukan dengan baik. Jika tempat jauh dari konsumen, dikhawatirkan akan susah karena biaya yang mahal.

Sehingga Pasar Induk harus berada di tempat strategis antara produsen dan konsumen. 

“Kalau saya pasti (pasar induk) di pinggiran kota. Kalau masuk ke kota akan krodit. Kalau terlalu jauh di barat ya mubazir. Mana mau orang Denpasar ke sana, biaya tinggi juga. Biaya distribusi untuk pedagang itu harus kita tekan supaya jangan terlalu tinggi. Tujuan kita menjaga harga,” jelasnya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #pasar induk