TABANAN, BALI EXPRESS- Harga cabai di Kabupaten Tabanan, Bali kian melambung tinggi.
Di tingkat petani saja, harga cabai di Tabanan mencapai Rp75 ribu per kilogram, sedangkan. harga di pasar bisa lebih mahal dari itu.
Kepala Dinas Pertanian Tabanan Made Subagia mengatakan harga cabai naik diperkirakan karena mendekati hari raya.
Namun demikian, ia memastikan pasokan cabai untuk pasar tradisional dan Perumda di Kabupaten Tabanan masih relatif aman.
"Untuk harga cabai memang naik, trend kenaikan ini memang terjadi menjelang perayaan hari raya, seperti saat ini bertepatan dengan momen Hari Raya Natal dan libur Tahun Baru. Harga cabai tidak hanya di Kabupaten Tabanan tercatat mengalami kenaikan," jelas Subagia di sela-sela kegiatan Panen Cabai Rawit Merah Kemitraan Closed Loop Komoditas Hortikultura Kabupaten Tabanan di Desa Riang, Tabanan, Kamis, 14 Desember 2023.
Dilanjutkan Subagia, kenaikan harga cabai saat ini, selain disebabkan oleh adanya lonjakan permintaan pasar di lokal Tabanan.
Kenaikan harga cabai juga dipicu oleh tingginya permintaan pasokan cabai dari pasar luar Tabanan bahkan juga dari pasar luar Bali.
Kondisi ini menurutnya disebabkan oleh faktor cuaca dan sudah akan berakhirnya musim panen cabai di periode akhir tahun ini.
Kondisi ini pun dikatakannya terjadi hampir di seluruh wilayah di Bali, bahkan sampai ke Banyuwangi dan Jawa timur.
"Karena kondisi maka harga cabai pun menjadi sedikit lebih mahal, meski demikian untuk pasokan cabai di Kabupaten Tabanan baik itu untuk memenuhi permintaan pasar tradisional dan Perumda masih relatif aman," lanjutnya.
Hal ini, karena selain di Desa Riang yang memiliki lahan tanam cabai hingga 80 hektare yang sudah sejak 2018 lalu bisa menghasilkan cabai hingga 9 kwintal. Selain itu, Kabupaten Tabanan masih memiliki beberapa sentra penanaman cabai, seperti di Kecamatan Baturiti dan Penebel.
Terkait dengan harga cabai yang melambung di tingkat petani, Nyoman Sukiasa, Ketua Kelompok Tani Budi Karya, mengaku senang dengan kenaikan harga cabai rawit merah ini. Apalagi diakuinya kenaikan harga ini dua kali lipat dari biasanya.
"Sebagai petani, kami cukup senang dengan kenaikan harga ini, apalagi menyentuh angka Rp75 ribu di tingkat petani, itu pencapaian yang baik," ungkapnya. (*)
Editor : I Made Mertawan