Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Harga Kebutuhan Pokok Melonjak, Pemkab Badung Rancang Operasi Pasar di 6 Kecamatan

Putu Resa Kertawedangga • Minggu, 11 Februari 2024 | 23:53 WIB
Pelaksanaan operasi pasar di Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, beberapa waktu lalu.
Pelaksanaan operasi pasar di Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, beberapa waktu lalu.

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan di Kabupaten Badung, Bali.

Lonjakan harga kebutuhan pokok ini diketahui berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah pasar tradisional di Badung.

Untuk menanggulangi kenaikan kebutuhan pokok tersebut, Pemkab Badung bakal menggelar operasi pasar.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung I Made Widiana pun tak memungkiri adanya kenaikan sejumlah bahan kebutuhan pokok.

Sehingga pihaknya segera bakal menggelar operasi pasar. “Segera ada operasi pasar,” ucap Widiana, Minggu, 11 Februari 2024.

Menurutnya, operasi pasar ini akan kembali dilakukan di enam kecamatan di Gumi Keris.

Untuk itu pihaknya bakal menggelar rapat bersama kecamatan terkait teknis pelaksanaan operasi pasar tersebut.

“Besok kami akan rapat dengan kecamatan. Operasi pasar tentunya lebih banyak akan menjual bahan kebutuhan pokok,” ungkapnya.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Badung Anak Agung Sagung Rosyawati menyatakan, berdasarkan hasil pemantauan harga dan ketersediaan pasokan di pasar tradisional, beras dan bawang putih harganya masih tinggi.

Selain itu  beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, yaitu cabai merah besar, bawang merah, telur ayam, daging ayam, tomat dan gula pasir.

“Harga beras masih tinggi karena pasokan terbatas sehubungan dengan penurunan produksi akibat pengaruh cuaca. Kemudian Informasi dari Dinas Pertanian dan Pangan bahwa saat ini belum mamasuki musim panen,” terangnya.

Tingginya harga bawang putih, disebutkan akibat keterlambatan distribusi dari distributor.

Bawang putih mayoritas diimpor sari Tiongkok melalui Surabaya, Jawa Timur.

Harga cabai merah besar naik karena terbatasnya pasokan sehubungan dengan penurunan poduksi petani akibat cuaca.

Harga bawang merah meningkat karena produksi petani menurun sehubungan dengan berakhirnya musim panen dan memasuki musim tanam. Sehingga pasokan belum kembali normal di pasar.

Harga tomat juga meningkat akibat penurunan pasokan sehubungan dengan penurunan produksi petani yang terpengaruh cuaca.

Sedangkan harga daging ayam dan telur ayam ras meningkat karena adanya kenaikan harga jagung sebagai pakan ternak.

“Gula pasir mengalami kenaikan harga karena penurunan distribusi sehubungan dengan penurunan produksi gula nasional. Ini diakibatkan oleh hasil tebu yang kurang bagus (kadar air gula sedikit), karena faktor cuaca,” jelas Rosyawati. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#harga beras #bali #kebutuhan pokok #badung #operasi pasar