Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengunjungi Klaster Sparepart di Pasar Kereneng, Denpasar: Berkat KUR dan Pendampingan BRI, Kini Semakin Mantap Merambah Pasar Online

I Made Mertawan • Kamis, 14 Maret 2024 | 05:46 WIB
Ketua Klaster Usaha Sparepart Pasar Kereneng, Rosyidi menunjukkan barang dagangannya, Selasa, 5 Maret 2024.
Ketua Klaster Usaha Sparepart Pasar Kereneng, Rosyidi menunjukkan barang dagangannya, Selasa, 5 Maret 2024.

DENPASAR, BALI EXPRESS- Ratusan pedagang sparepart kendaraan di lantai III  Pasar Kereneng, Kota Denpasar, Bali menjadi klaster usaha binaan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

BRI memberikan pendampingan dan membantu mengembangkan usaha tersebut melalui fasilitas pembiayaan. Seperti apa?

SAAT itu Selasa, 5 Maret 2024 sekitar pukul 15.00 Wita, manajemen BRI bersama beberapa wartawan tiba di Pasar Kereneng.

Semua tertuju ke lantai III tempat lapak pedagang sparepart. Iya, memang tujuan ke sana adalah untuk melihat dari dekat ratusan pedagang sparepart yang tergabung dalam klaster usaha binaan BRI.

Baru naik ke lantai I sudah tampak beberapa orang yang beranjak dari tempat duduknya.

Mereka seperti sudah tahu yang akan dituju. “Mau mencari sparepart,” tanya salah satu dari mereka. “Ada di atas, lantai III,” katanya lagi memberi petunjuk.

Benar saja, begitu sampai di lantai III, ada ratusan lapak dengan posisi berhadap-hadapan menjual berbagai jenis sparepart sepeda motor dan mobil, baik itu baru maupun  bekas. Tinggal pilih mau original atau KW (tiruan). Lengkap di sana.

“Silahkan dilihat-lihat dulu,” kata salah satu pedagang tampak ramah dari dalam lapak yang minim penerangan.

Kala itu, pengunjung tampak sepi. Maklum, selain sudah sore dan hujan, pengunjung memang agak sepi kalau hari-hari efektif.  

“Ramainya Jumat, Sabtu dan Minggu. Biasanya anak-anak muda,” ungkap Rosyidi.

Rosyidi adalah ketua klaster usaha di sana. Ia pun menceritakan soal keberadaan ratusan lapak itu hingga menikmati manfaat setelah menjadi klaster usaha binaan BRI.

Rosyidi menuturkan, pedagang itu sebenarnya pindahan dari Pasar Loak Jalan Gunung Agung, Denpasar.

Rosyidi sendiri sudah tercatat sudah 8 tahun menekuni bisnis jual beli sparepart di Pasar Kereneng.

Ia dan teman-temannya biasa membeli maupun menjual onderdil dengan harga bersaing.

“Tidak hanya menjual. Kalau ada yang datang untuk menjual ke sini, kami beli,” kata Rosyidi, ramah.

Pria berusia 38 tahun itu pun mengungkapkan klaster usaha binaan BRI itu terbentuk sekitar tahun 2021. Awalnya memang ada komunikasi antara Mantri BRI dengan pihak PD Pasar.

Namun beberapa tahun sebelumnya, pelaku UMKM asal Madura, Jawa Timur itu sendiri sudah mendapat dukungan dari BRI dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan nominal Rp25 juta. 

Dana itu untuk mengembangkan usahanya. “Itu pertama kali saya berurusan dengan bank,” katanya. “Sekarang saya sudah dapat pinjaman KUR yang kedua Rp20 juta,” tutur Rosyidi.

Tidak mudah bagi Rosyidi memutuskan untuk memanfaatkan KUR BRI. Banyak hal yang ia pikirkan, salah satunya soal kemampuan mencicil pinjaman.

“Khawatir karena sebelumnya tidak pernah berurusan dengan perbankan, waswas juga. Saya lama berpikir, sampai cari-cari di internet, baru berani,” tuturnya.

Setelah berjalan, ternyata aman-aman saja. Modal usaha aman, kredit pun bisa dilunasi tanpa masalah.

Kini, 202 pedagang yang tergabung dalam klaster usaha rata-rata memanfaatkan KUR dan tidak ada persoalan. Mereka menilai prosesnya tidak ribet.

Selain dibantu dari sisi permodalan, Rosyidi yang sudah di Bali sekitar 15 tahun iu menegaskan bahwa BRI juga andil memberikan pendampingan kepada para pedagang di sana.

BRI secara rutin memberikan pelatihan, seperti belajar pembukuan secara digital maupun strategi pemasaran agar usaha semakin berkembang.

Kini, Rosyidi dan pedagang yang masuk dalam klaster usaha itu tidak sebatas memasarkan produk secara offline, mereka semakin mantap melebarkan sayap dengan merambah pasar digital atau online. 

“Dijual di lapak secara online. Ada Shopee, marketplace dan Pasar.id. Jadi penjualan sampai ke luar Bali. Itu berkat pembinaan BRI,” ungkapnya.

Pemimpin Cabang BRI Gajah Mada Denpasar Yoggi Pramudianto Sukendro dalam keterangan tertulisnya menyampaikan klaster usaha itu terbentuk 11 Februari 2021. Anggotanya sebanyak 202 pedagang.

“Adapun upaya Mantri dalam meyakinkan pedagang  yaitu dengan mengumpulkan para pedagang untuk memberikan informasi  terkait kelebihan jadi anggota klaster dan produk-produk BRI yang bisa dimanfaatkan,” katanya.

Produk kredit yang dimanfaatkan oleh anggota klaster yaitu KUR, KUPRA, KECE dan KUPEDES. Sedangkan simpanan ada Simpedes, Britama, Brimo dan QRIS.  “Produk lain New Pasar. Id,” sebutnya.

BRI, lanjut Yoggi, juga  selalu memberikan pelatihan pemasaran melalui aplikasi New Pasar.Id dan pembukuan digital menggunakan stroberi kasir kepada anggota klaster untuk pengembangan usaha,” terangnya. (*)

 

Editor : Nyoman Suarna
#bali #Kur #sparepart #denpasar