Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lebih Simpel, Pedagang di Bangli Bali Kini Terbiasa Gunakan QRIS

I Made Mertawan • Sabtu, 23 Maret 2024 | 18:00 WIB
Ni Nyoman Kenyi, pemilik warung makan di seberang Pura Puncak Penulisan, Kabupaten Bangl, Bali menunjukkan QRIS BRI,  Minggu, 10 Maret 2024.
Ni Nyoman Kenyi, pemilik warung makan di seberang Pura Puncak Penulisan, Kabupaten Bangl, Bali menunjukkan QRIS BRI, Minggu, 10 Maret 2024.

BANGLI, BALI EXPRESS-  Sebelumnya, Ni Nyoman Kenyi tidak pernah membayangkan bahwa dia bisa menerima pembayaran menggunakan QRIS di warung makannya.

Dia sempat mengira bahwa menyediakan QRIS  akan membuatnya ribet, karena terlebih dahulu harus belajar menggunakan QR Code itu.

Belum lagi usia yang sudah 65 tahun, membuat Kenyi malas mencoba hal baru yang berhubungan dengan teknologi. Sejauh ini sudah terbiasa transaksi secara tunai.

Namun, rasa kasihan yang kuat terhadap pembeli yang tidak membawa uang tunai membuat Kenyi memutuskan mengadopsi QRIS BRI.

"Ternyata tidak susah. Tinggal begitu (scan barcode,Red), uang langsung kelihatan masuk di Hp saya," ungkap Kenyi ditemui di warungnya Minggu, 10 Maret 2024.

Warung Bu Kenyi, demikian nama warung milik Ni Nyoman Kenyi itu sebenarnya baru sekitar 5 bulan menyediakan sistem pembayaran digital.

Namun jauh sebelum itu sudah banyak yang menanyakan transaksi nontunai, baik karena tidak membawa uang tunai atau supaya lebih simpel.

Warung Bu Kenyi ini berada di pinggir jalan depan Pura Puncak Penulisan, Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Pura itu sekaligus objek wisata. Selain itu, jalur tersebut merupakan akses utama Kintamani-Singaraja, Kabupaten Buleleng.

"Karena dekat pura dan objek wisata dan jalur ke Buleleng, banyak pembeli bukan orang di sekitar sini. Jadi tidak semua bawa uang tunai," ungkapnya.

Sebelum menyediakan QRIS, tak sedikit orang yang datang ke warung Bu Kenyi pada akhirnya batal belanja.

"Terutama yang ingin makan tapi tidak bawa uang, hanya bisa pakai QRIS, saya kasihan kalau sampai tidak jadi beli makan," tutur Kenyi.

Akhirnya, Kenyi memutuskan untuk meminta kepada Mantri BRI agar menyediakan QRIS di warungnya.  Bahkan ia meminta disediakan dalam waktu cepat.

Setelah menyediakan QRIS, transaksi di warung itu siap tunai maupun nontunai mengikuti keinginan pembeli.

"Yang pakai ini (QRIS,Red) anak-anak muda yang jalan-jalan lewat ke sini. Sopir-sopir ke Jawa-Bali," terangnya.

Pedagang lain di Kabupaten Bangli yang menyediakan QRIS BRI adalah Warung Lalapan Toha di Jalan Brigjen Ngurah Rai, Kota Bangli.

Dwi, pemilik warung itu mengaku sudah menyediakan transaksi QRIS sejak pandemi Covid-19 pada 2020.

Awalnya pria ini ditawari oleh pihak BRI karena waktu itu tidak boleh berkerumun. Sangat dibatasi kontak dengan orang lain.

Jadi untuk memudahkan transaksi, disiapkan QRIS. Pembeli tinggal scan barcode,  langsung muncul notifikasi di Hp pedagang.

"Iya, tidak perlu kembalian juga. Berapa belanja segitu diketik," ungkap Dwi.

Sama halnya dengan Dwi, toko seluler milik Ni Kadek Muliani di Jalan Brigjen Ngurah Rai, Kota Bangli juga menyediakan QRIS BRI. Pembeli bisa transaksi nontunai itu sejak sebelum Covid-19.

Muliani sudah merasakan kemudahan transaksi menggunakan QRIS.

"Kedua toko saya menggunakan QRIS. Begitu ada yang bayar, langsung notifikasi masuk di Hp karena saya juga pakai BRImo," ujar wanita 36 tahun itu.

Ketiga pedagang tersebut mewakili sejumlah pelaku UMKM di Kabupaten Bangli yang terbantu dan semakin terbiasa dengan adanya QRIS.

Selain mereka, masih banyak pedagang menyiapkan sistem pembayaran digital itu.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali mencatat bahwa pada November 2023 pengguna QRIS di Bali meningkat 60,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Begitupula merchant QRIS turut meningkat 42 persen (yoy) dari 556 dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal itu juga berimbas terhadap volume transaksi yang meningkat signifikan sebesar 141,0 persen.

Berdasarkan data BRI, sepanjang 2023 volume transaksi merchant QRIS BRI mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 400 persen.

Direktur Jaringan dan Layanan BRI Andrijanto belum lama ini mengatakan, hal tersebut menunjukkan penggunaan QRIS semakin diminati masyarakat karena lebih mudah dan cepat.

Dikatakannya, jumlah merchant QRIS BRI telah mencapai 3,7 juta atau tumbuh 30 persen year-on-year (yoy) seiring dengan akuisisi merchant QRIS BRI yang dilakukan secara masif.

Pada tahun ini, akuisisi merchant QRIS BRI diproyeksikan mengalami pertumbuhan 20 persen yoy dengan volume transaksi diproyeksikan tumbuh sekitar 18 persen yoy. (*)

 

 

Editor : Nyoman Suarna
#bali #qris #bangli #BRI