BANGLI, BALI EXPRESS- Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh Ni Wayan Wirawati, pemilik warung kelontong di Jalan Nusantara, Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, Bali.
Dengan bantuan pinjaman KUR dari bank pelat merah itu, ia berhasil mengembangkan warung kelontongnya.
Wirawati memulai usahanya pada tahun 2016. Pada waktu itu, ia membuka sebuah warung yang menjual plastik dan dupa dengan menyewa ruko di sebelah selatan warung kelontongnya sekarang.
Keterbatasan modal membuatnya hanya mampu menyewa ruko berukuran kecil, sekitar 3x2 meter, sehingga stok barang yang dijual juga terbatas.
“Sengaja menjual plastik dan dupa biar tahan lama. Kalau lama tidak laku, saya tidak banyak rugi,” katanya saat ditemui Jumat, 22 Maret 2024.
Padahal saat itu hati kecilnya ingin membuka warung lebih besar dengan barang dagangan kebutuhan sehari-sehari yang lengkap.
“Warung seperti itu belum banyak dulu. Banyak pelanggan menanyakan barang ternyata saya tidak punya,” tuturnya.
Untuk memenuhi permintaan pelanggan dengan membuka warung yang lebih besar, Wirawati sempat mempertimbangkan untuk meminjam modal di bank.
Namun karena merasa khawatir tidak mampu membayar cicilan, Wirawati memutuskan untuk mengurungkan niatnya tersebut. Saat itu dia tidak tahu ada program KUR dari BRI.
Informasi soal KUR dengan bunga rendah dari seorang teman sekitar tahun 2028 menjadi titik balik Wirawati bersama sang suami I Kadek Asti Saputra.
Temannya menyampaikan bahwa suku bunga KUR rendah, syarat juga ringan, apalagi Wirawati sudah memiliki usaha.
Akhirnya pasangan suami istri (pasutri) ini memutuskan mengakses KUR BRI plafon Rp25 juta.
Terbukti, usahanya bisa berkembang. Wirawati yang dulu hanya menyediakan plastik dan dupa mulai melengkapi warung dengan beberapa kebutuhan sehari-hari, salah satunya beras.
Tekad yang kuat dibarengi kerja keras membuat warungnya semakin berkembang.
Ia memutuskan menyewa tanah kosong, lalu bangun warung yang lebih luas pada 2019. Kini ukuran warung Wirawati sekitar 5x10 meter.
Kebutuhan yang disediakan di warung itu semakin lengkap. Tidak ada sebatas kebutuhan sehari-hari, peralatan rumah tangga juga tersedia di sana.
“Paling banyak itu perlengkapan upacara (perlengkaan upacara umat Hindu,Red),” sebutnya.
Hingga saat ini Wirawati sudah tiga kali mengakses KUR BRI. “Sekarang yang ketiga Rp50 juta,” ungkap Wirawati.
Meski tak merinci omzet usahanya, Wirawati memastikan KUR BRI mampu mengembangkan usahanya.
Tak hanya menjadi sumber pendapatan utama keluarga, warung kelontong buka setiap hari dari pukul 08.00 Wita sampai malam sekitar pukul 20.00 itu juga mampu membuka lapangan pekerjaan.
“Sekarang saya mengajak dua orang karyawan untuk berjualan di sini,” ungkap Wirawati.
Dua karyawan itu adalah Ni Nyoman Partini,44, dan Ni Nengah Supermi,49. Keduanya warga Kelurahan Kubu.
Partini maupun Supermi merasa secara tidak langsung ikut menikmati dampak KUR yang membuat usaha Wirawati semakin berkembang. “Saya bekerja di sini sudah sekitar 6 tahun,” kata Supermi.
Ia mengungkapkan bahwa usaha bosnya itu semakin berkembang dan ramai pembeli.
Sehingga Supermi kewalahan melayani pembeli. Akhirnya sekitar 4 tahun lalu menambah karya baru, yaitu Partini.
Sebelum bekerja di sana, Partini mengaku hanya seorang ibu rumah tangga. Ia pun bersyukur tetangganya bisa membuka lapangan pekerjaan. “Syukur sekali, saya bisa punya penghasilan,” kata Partini.
Berdasarkan data, pada tahun 2023 BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp163,3 triliun kepada 3,5 juta debitur.
Mayoritas penyaluran KUR BRI disalurkan untuk sektor produksi dengan proporsi mencapai 57,38 persen. Tahun ini, BRI mendapatkan alokasi KUR senilai Rp165 triliun.
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari sebelumnya menegaskan bahwa BRI sudah menetapkan target penyaluran KUR tahun 2024 rampung pada September 2024.
Perseroan telah menyusun percepatan graduasi atau upaya menaikkelaskan nasabah eksisting, dan perluasan jangkauan penerima baru.
“Untuk tahun ini kami akan salurkan KUR kepada lebih dari 3,7 juta nasabah dari pipeline sebanyak 7 juta. (Selain itu), Kami juga sudah siapkan nasabah-nasabah lama kami kurang lebih 2 juta kita akan naikkelaskan,” ucap Supari. (*)
Editor : Nyoman Suarna