Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Produksi Genteng Pejaten Terkendala Bahan Baku, Permintaan Tetap Tinggi

IGA Kusuma Yoni • Selasa, 23 April 2024 | 14:44 WIB

Pengerajin genteng di Desa Pejaten, mengakui permintaan genteng di Tabanan masih tinggi, namun ketersediaan bahan baku terbatas, sehingga tidak bisa berproduksi setiap hari.
Pengerajin genteng di Desa Pejaten, mengakui permintaan genteng di Tabanan masih tinggi, namun ketersediaan bahan baku terbatas, sehingga tidak bisa berproduksi setiap hari.

TABANAN, BALI EXPRESS - Produksi Genteng Pejaten di Desa Pejaten dan Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini disebabkan oleh dua faktor utama: berkurangnya jumlah pengerajin dan menipisnya ketersediaan bahan baku.

Meskipun mengalami penurunan, permintaan Genteng Pejaten masih terbilang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan habisnya genteng yang diproduksi setelah selesai diproduksi.

Permintaan datang dari berbagai daerah, termasuk Bali, Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.

Baca Juga: Pj Gubernur Bilang APBD Bali 2023 Defisit, Dewan Sebut Surplus: Yang Benar yang Mana?

Permintaan Tinggi, Terhambat Keterbatasan Bahan Baku

Menurut Made Sueca, salah satu pengerajin Genteng Pejaten, permintaan tinggi ini dipicu oleh kualitas genteng yang sudah diakui oleh pelaku usaha properti.

"Genteng Pejaten dikenal tahan lama, kuat, dan memiliki nilai estetika tinggi, sehingga cocok untuk bangunan rumah bergaya Bali," ungkapnya.

Namun, tingginya permintaan tidak sebanding dengan ketersediaan bahan baku.

"Bahan baku utama Genteng Pejaten, yaitu tanah liat dan batu padas, sulit didapat," jelasnya.

Hal ini membuat para pengerajin tidak dapat berproduksi setiap hari dan memenuhi semua permintaan konsumen.

Harga Bahan Baku Naik dan Sulit Didapat

Harga bahan baku tanah liat di wilayah Marga dan Bantas, Tabanan, saat ini mencapai Rp 700.000 per truk.

Selain itu, pasokan bahan baku tidak stabil karena banyaknya permintaan. Hal ini membuat para pengerajin harus mencari alternatif bahan baku lain atau menaikkan harga jual genteng.

Baca Juga: Kisah Pelarian Empat Pelaku Perburuan Liar di Taman Nsional Bali Barat: Ada yang Terpaksa Jadi Pemulung

Penurunan produksi Genteng Pejaten ini menjadi kekhawatiran bagi para pengerajin dan pelaku usaha properti.

Diharapkan pemerintah dapat membantu mencari solusi untuk mengatasi keterbatasan bahan baku ini, sehingga produksi Genteng Pejaten dapat kembali stabil dan memenuhi permintaan pasar. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #bahan baku #genteng #pejaten #tanah liat #tabanan