Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Berawal Jualan Keliling, Bagus Kini Punya Toko Sepatu dan Buka Lapangan Pekerjaan untuk Anak Muda Berkat KUR BRI

I Made Mertawan • Senin, 29 April 2024 | 03:59 WIB
Toko D’Ambassador Sport di Kabupaten Bangli, Bali berkembang tidak terlepas dari KUR BRI.
Toko D’Ambassador Sport di Kabupaten Bangli, Bali berkembang tidak terlepas dari KUR BRI.

BANGLI, BALI EXPRESS- Bantuan modal Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan kontribusi nyata bagi pelaku UMKM asal Kabupaten Bangli, Bali, Dangka Bagus Adhi Putra.

Berkat KUR BRI, Bagus berhasil mengembangkan toko sepatu D’Ambassador Sport yang dirintis tahun 2016. 

Sebelum itu, Bagus berjualan secara keliling. Ia menjajakan baju olahraga dan suplemen kepada teman-temannya, termasuk di tempat-tempat gym sekitar setahun.

Itu ia lakukan sambil menjadi tenaga kontrak di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Bangli. “Jualan keliling untuk menambah pemasukan sebagai tenaga kontrak,” tutur Bagus.

Bagus mengakui bahwa sebelum akhirnya membuka toko sepatu di rumahnya di Kelurahan Bebalang, Bangli, ia telah memiliki keinginan sejak lama untuk memulai usaha tersebut. 

Namun, niatnya harus ditunda karena merasa belum yakin barang dagangannya akan laku. Ia juga terkendala modal usaha.

“Saya berani buka toko berawal dari buka stand di acara HUT Kota Bangli yang menjual baju sport, celana dan suplemen,” tutur Bagus saat ditemui Bali Express (Jawa Pos Group), Jumat, 12 April 2024.

Ternyata, hingga rangkaian perayaan HUT Kota Bangli pada Mei tahun 2016 itu berakhir, tidak semua barang dagangannya laku terjual.

"Sisanya sempat saya simpan di kamar, akhirnya memberanikan diri buka toko di rumah dengan modal di bawah Rp50 juta,” ungkapnya.

Saat itu, toko yang dibuka hanya menjual baju olahraga, celana, dan suplemen. Belum bisa menjual sepatu karena modalnya tidak cukup.

“Ingin mengajukan pinjaman KUR BRI, tapi usaha belum 1 tahun, saya merasa sulit untuk mendapatkannya," cerita Bagus. 

Setelah usahanya berjalan lebih dari satu tahun dan stabil, akhirnya Bagus bisa mengakses KUR sebesar Rp99 juta pada 2017.

Dengan tambahan modal tersebut, ia mewujudkan niatnya untuk menjual sepatu olahraga merek lokal Indonesia. 

Berkat kerja kerasnya, toko sepatu D’Ambassador Sport semakin dikenal. Pelanggannya tidak hanya berasal dari Bangli, tetapi juga dari kabupaten lain di Provinsi Bali, bahkan dari luar pulau. 

“Saya bisa membuka usaha seperti sekarang berkat KUR. KUR dengan suku bunga rendah sangat membantu pelaku usaha seperti saya,” tegasnya.

Penjualan dilakukan offline maupun online. Bagus akhirnya mantap untuk kembali mengajukan pinjaman KUR sebesar Rp500 juta pada 2019. 

Kali ini, tambahan modal tersebut digunakan untuk menambah stok barang dagangan, termasuk sepatu olahraga merek lokal Indonesia yang original.

"Fokus saya saat ini adalah sepatu olahraga merk lokal, seperti Ortus, Specs, Mills, Ninetene, dan lainnya," ujarnya.

Kini, toko sepatu yang memanfaatkan dua ruangan yang tidak terlalu luas, namun menyediakan berbagai merek sepatu lokal itu, mampu menghasilkan omzet rata-rata Rp100 juta per bulan. Jauh lebih besar dibadingkan omzet tahun pertama di bawah Rp 50 juta.

Usaha tersebut menjadi sumber pendapatan utama bagi ayah dengan satu anak ini. 

Bagus juga berhasil membuka lapangan pekerjaan khusus untuk anak muda di daerahnya

Ia mempekerjakan dua orang perempuan untuk menjaga tokonya. Rencananya akan menambah satu karyawan lagi. 

Salah satu karyawan D’Ambassador Sport, Sang Ayu Yunita Riantini merasa bersyukur bisa bekerja di sana, mengingat sulitnya mencari pekerjaan saat ini. 

Dengan menjadi bagian dari toko sepatu itu, Yunita juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri, sebab pemilik toko menekankan kepada karyawannya agar tidak hanya mampu berkomunikasi dengan pelanggan, tetapi bisa memasarkan produk melalui konten di media sosial.

“Di sini saya bisa belajar membuat konten untuk promosi toko,” ujar remaja berusia 24 tahun tersebut.

Sementara itu, salah satu konsumen D’Ambassador Sport bernama I Wayan Yuda Arsana mengatakan bahwa toko sepatu itu menjadi pilihannya karena koleksi sepatu merek lokal cukup lengkap.

Toko sepatu ini fokus pada merek lokal. Itu yang membedakan dengan toko lain.

Yuda, konsumen asal Kintamani ini pun menyempatkan diri mengunjungi toko yang berada di Kota Bangli itu.

“Jadi saya rasa, kalau mencari sepatu dengan merek Indonesia, toko ini jadi solusinya. Sepatu tidak bercampur dengan merek-merek luar,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan bahwa sesuai dengan amanah pemerintah, program KUR bertujuan meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif.

Selain itu untuk meningkatkan kapasitas daya saing UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

“BRI mendapatkan kuota penyaluran KUR terbesar pada tahun 2024, yakni sebesar Rp165 triliun,” kata Supari. 

BRI pun telah menyalurkan KUR senilai Rp27,2 triliun sepanjang Januari-Februari 2024 kepada 561.000 debitur. 

“Jika dihitung, penyaluran tersebut sekitar 16,5 persen dari total jatah KUR yang disalurkan BRI tahun ini,” imbuhnya.

Dengan realisasi KUR awal tahun 2024 ini, pihaknya optimis BRI mampu menyalurkan sesuai target dengan menerapkan strategi bisnis berkelanjutan. (*)

 

 

Editor : Nyoman Suarna
#bali #Kur #bangli