Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Berkat Pinjaman KUR BRI, Ratna Berhasil Kembangkan Usaha Konter HP dan Peternakan Babi

I Made Mertawan • Senin, 29 April 2024 | 20:05 WIB
Ni Wayan Ratna, pemilik Merta Cellular di Kabupaten Bangli, Bali sukses mengembangkan usaha berkat KUR BRI.
Ni Wayan Ratna, pemilik Merta Cellular di Kabupaten Bangli, Bali sukses mengembangkan usaha berkat KUR BRI.

BANGLI, BALI EXPRESS- Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI berhasil meningkatkan kinerja para pelaku UMKM.

Salah satu contoh pelaku UMKM yang telah merasakan manfaat dari KUR BRI adalah Ni Wayan Ratna, pemilik Merta Cellular di Dusun Metra Tengah, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali.

Dengan bantuan modal dari KUR, usaha tersebut berhasil berkembang pesat hingga mampu membuka usaha baru.

Saat ditemui Bali Express (Jawa Pos Group) pada Sabtu, 27 April 2024, Ratna mengungkapkan bahwa ia pertama kali memanfaatkan KUR BRI pada tahun 2020 dengan nilai pinjaman sebesar Rp20 juta.

Dana tersebut ia gunakan untuk mengembangkan konter handphone (HP) yang dirintisnya sejak akhir tahun 2019.

Ratna bisa menambah koleksi handphone dan berbagai jenis aksesoris. "Awalnya tembok ini dulu kosong, belum banyak aksesoris yang dipajang," ungkap Ratna sambil menunjukkan tembok ruangan berukuran sekitar 3x4 meter yang kini penuh dengan berbagai jenis aksesoris handphone.

Saat mulai merintis usaha itu, Ratna sebenarnya sudah memiliki mimpi besar untuk menyediakan pilihan yang lengkap bagi konsumen.

Namun, keterbatasan modal memaksanya untuk realistis dan fokus pada produk yang paling mudah terjual.

"Saat awal buka, modal dari suami sekitar Rp70 juta. Itu hanya cukup untuk sewa ruko dan membeli beberapa barang yang akan dijual," tutur Ratna.

Akibatnya, Ratna sering kali harus mengecewakan pelanggan yang mencari produk yang tidak tersedia di konternya.

"Sempat kepikiran untuk mengajukan KUR, tapi saya ragu karena usaha saya baru buka dan takut sulit mendapat persetujuan bank,” katanya.

Selain itu, ia juga khawatir tidak mampu membayar kredit karena usahanya belum stabil. Omzetnya masih di bawah 10 juta per bulan.

"Bisa sih berkembang tapi kecil, karena menambah barang hanya menggunakan profit saja," ungkapnya.

Setelah memanfaatkan KUR setahun kemudian, barulah usahanya semakin lancar.

Bantuan modal tersebut membantunya menambah koleksi handphone dan aksesoris di konternya, sehingga menarik lebih banyak pembeli. Kini, omzetnya mencapai lebih dari 20 juta per bulan.

Ratna juga semakin tertarik untuk memanfaatkan KUR lebih lanjut. Pada tahun 2021, ia kembali mengakses KUR di BRI dengan jumlah yang lebih besar, yaitu Rp50 juta. "Kalau ini belum dipakai, saya simpan dulu," jelas wanita berusia 28 tahun ini.

Ratna tidak hanya puas dengan kesuksesan konter handphonenya. Ia memanfaatkan keuntungannya untuk merintis usaha peternakan babi sejak 2 tahun lalu.

Saat ini, ia memelihara 10 ekor babi betina dan 10 kucit (anak babi) dan menggunakan keuntungan dari konter handphone untuk membeli pakan.

Selain itu, keberhasilan Ratna tak hanya berdampak pada dirinya dan keluarganya, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya.

Konter handphonenya yang berkembang pesat di depan Pasar Metra itu memungkinkannya untuk mempekerjakan tiga karyawan, salah satunya Ni Komang Linawati.

Linawati, yang baru dua minggu bekerja di sana, sangat bersyukur atas kesempatan ini, terutama di tengah sulitnya mencari pekerjaan di desa tersebut.

“Saya bersyukur bisa bekerja di sini, bisa dekat dengan rumah,” kata Linawati.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan bahwa sesuai dengan amanah pemerintah, program KUR bertujuan meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif.

KUR juga untuk meningkatkan kapasitas daya saing UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Pada tahun ini, BRI mendapatkan kuota penyaluran KUR terbesar yakni Rp165 triliun.

“BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp27,2 triliun sepanjang Januari-Februari 2024 kepada 561.000 debitur. Jika dihitung, penyaluran tersebut sekitar 16,5 persen dari total jatah KUR yang disalurkan BRI tahun ini,” katanya.

Dengan realisasi KUR awal tahun 2024, BRI optimistis bisa mencapai target dari penyaluran KUR  dengan menerapkan strategi bisnis berkelanjutan.

Strategi bisnis mikro BRI tahun ini akan fokus pada pemberdayaan berada di depan pembiayaan. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Nyoman Suarna
#bali #Kur #bangli #BRI