MANGUPURA, BALI EXPRESS- Informasi adanya dugaan praktik pengolosan elpiji 3 kg di Bali terus berkembang.
Warganet Wayan Setiawan tak tanggung-tanggung menyebut pengoplos elpiji 3 kg terbesar di Bali berada di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Tidak hanya Setiawan mencurigai praktik curang tersebut terjadi di Bali. Pemkab Badung pun ternyata mencurigai aksi pengoplosan elpii 3 kg memang ada di wilayahnya.
Sebab kelangkaan elpiji 3 kg alias gas melon kerap terjadi. Demikian disampaikan oleh Kabag Sumber Daya Alam (SDA) setda Badung Made Adi Adnyana pada Selasa, 4 Juni 2024.
Adi Adnyana menegaskan bahwa aksi pengoplosan gas sudah lama dicurigai. Hanya saja, pemerintah setempat tidak dapat berbuat banyak.
“Sebenarnya kami sudah curiga akan adanya penimbunan atau pengoplosan. Namun kami di Pemkab Badung tupoksinya mengoordinasikan masalah itu (kelangkaan gas),” ujarnya.
Saat terjadi kelangkaan kali ini, pihaknya sudah koordinasi dengan Pertamina.
Pertamina menyebutkan sudah mendistribusikan gas sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Pertamina katanya, sudah mendistribusikan sesuai kebutuhan. Jadi pertamina memberikan ke agen dan agen ke pangkalan-pangkalan. Namun kenyataannya setelah kita cek pangkalan juga ada yang kosong,” jelasnya.
“Mengenai adanya pengoplosan itu sudah ranah hukum. Jadi kami harapkan instansi terkait yang menindaklanjuti, kami sifatnya hanya mengkoordinasikan,” imbuhnya.
Sementara itu, setelah ramai video soal adanya dugaan pengoplosan elpiji 3 kg di wilayah Badung, Kapolres Badung AKBP Teguh Priyo Wasono mengatakan akan menindaklanjuti informasi tersebut.
Mengingat dugaan tindak pidana terkait pengoplosan gas disebutkan terjadi di wilayah hukumnya.
"Kami akan menindaklanjuti (informasi, Red) untuk penyelidikan lebih lanjut," jawabnya. (*)
Editor : I Made Mertawan