BALIEXPRESS.ID – Dominasi sektor pariwisata dalam perekonomian Bali tercermin dari penyaluran pembiayaan perbankan.
Yang mana, kredit untuk usaha terkait pariwisata mencapai Rp93,59 triliun, tumbuh 11,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara, kredit ke sektor non-pariwisata hanya Rp28,06 triliun.
Baca Juga: Kasus Pencurian Celana Dalam di Jembrana, Pakar Seksologi Sebut Kemungkinan Fetishisme
Angka ini menunjukkan bahwa investasi di Bali masih didominasi oleh sektor pariwisata, seperti akomodasi hotel, restoran, dan villa.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menjelaskan bahwa pariwisata menjadi kontributor terbesar ekonomi Bali dengan share 65,96%, meski hanya mencakup wilayah seluas 1.738,29 km2.
Sementara sektor non-pariwisata hanya menyumbang 34,04% dari wilayah yang lebih luas, yakni 3.851,85 km2.
Baca Juga: Midea Luncurkan AC Inverter ½PK dan Luaskan Jaringan Penjualan di Denpasar
Pendapatan per kapita bulanan pekerja di industri pariwisata mencapai Rp5,67 juta, lebih tinggi dibandingkan pekerja di sektor non-pariwisata yang hanya Rp3,33 juta per bulan.
Menurut Erwin, perlu adanya diversifikasi pembangunan ke sektor non pariwisata.
Terutama enam sektor unggulan yang sudah digaungkan dalam ekonomi kerthi Bali.
Baca Juga: Sudah Ditetapkan, Ini 4 Calon Pimpinan DPRD Bali Masa Jabatan 2024-2029
Meliputi sektor pertanian sebagai prioritas utama, kelautan dan perikanan, industri branding, sektor IKM dan UMKM, ekonomi kreatif dan digital.
Upaya diversifikasi sudah dilakukan melalui sektor pembiayaan, penyaluran kredit ke sektor pertanian tumbuh mencapai 12,38% atau tumbuh tertinggi hingga kuartal III/2024 seiring dengan tingginya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Pembangunan yang terkonsentrasi di Sektor Pariwisata, sehingga perlu didorong pembangunan ekonomi kerthi Bali dengan enam sektor unggulan,” katanya, Rabu (18/9).
Baca Juga: De Gadjah Soal Dana Hibah: Uang Rakyat, Siapa Pun Bupatinya Semua Masyarakat Berhak
Erwin Soeriadimadja menjelaskan bahwa meskipun sektor pariwisata tetap menjadi sumber utama ekonomi Bali, ke depannya harus diarahkan ke pariwisata berkualitas.
Selain itu, perlu dikembangkan sektor-sektor lain agar pembangunan Bali lebih seimbang dan tidak terlalu bergantung pada pariwisata.(***)
Editor : Rika Riyanti