Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

UPDATE! Hotel Spa Village Resort Tembok Tiba-tiba Tutup, Dugaan Pelanggaran Pajak, Direksi Kabur ke Malaysia? Berikut 8 Fakta Menariknya

I Putu Suyatra • Selasa, 5 November 2024 | 00:28 WIB
KOSONG: Suasana di Hotel Spa Village Resort di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula. Hotel itu mendadak tutup. Diduga karena masalah pajak. (Eka Prasetya/RadarBuleleng.id)
KOSONG: Suasana di Hotel Spa Village Resort di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula. Hotel itu mendadak tutup. Diduga karena masalah pajak. (Eka Prasetya/RadarBuleleng.id)

BALIEXPRESS.ID - Hotel Spa Village Resort yang terkenal di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, kini jadi sorotan publik usai muncul dugaan kuat pelanggaran pajak yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Tak tanggung-tanggung, tim pajak dari Pemkab Buleleng hingga Kementerian Keuangan pun mulai mengawasi ketat.

Besarnya dugaan tunggakan pajak ini bahkan disebut-sebut menjadi penyebab utama hotel ini menutup operasional dan membuat para direksi menghilang, diduga kabur ke Malaysia.

Serikat Pekerja Pariwisata Spa Village Resort mengungkapkan bahwa penutupan hotel yang mendadak ini sangat mengagetkan.

Ketua Serikat, Jro Mangku Gede Pasek, menuturkan bahwa kabar soal penutupan hotel baru terdengar pada sore hari tanggal 30 September.

Saat itu, manajemen memutuskan untuk memindahkan para tamu yang masih menginap ke hotel lain.

Keputusan mendadak ini dianggap janggal, mengingat ada 11 kamar terisi dari total 30 kamar di hotel tersebut.

“Kami diminta untuk memindahkan tamu paling lambat pukul 5 sore karena hotel berhenti menerima tamu,” ujar Pasek.

Kejadian ini benar-benar mengejutkan para karyawan, yang sebelumnya merasa kondisi hotel berjalan baik-baik saja dengan ulasan wisatawan yang selalu positif.

Dugaan adanya masalah pajak baru terkuak saat pihak serikat pekerja mengadakan pertemuan dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng di Kantor Perbekel Tembok.

Dari sana, diketahui bahwa manajemen hotel memiliki tanggungan pajak sebesar Rp 280 juta untuk Pajak Hotel dan Restoran (PHR) di Pemkab Buleleng.

Lebih mengejutkan lagi, dugaan tunggakan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Singaraja mencapai Rp 10 miliar, diduga akibat manipulasi omzet yang memengaruhi besaran pajak.

Pasek mengatakan, “Kami awalnya tidak tahu ada masalah besar seperti ini. Mendadak hotel tutup, dan kami baru tahu dari pihak berwenang kalau ada tunggakan pajak sebanyak itu.”

Penutupan operasional hotel mulai dilakukan pada 1 Oktober lalu. Hotel bintang empat ini, yang pada 29 September masih menerima tamu, tiba-tiba menghentikan seluruh aktivitasnya, termasuk memindahkan para tamu ke penginapan lain pada 30 September.

Sejak itu, manajemen hilang tanpa kabar, konon berada di Malaysia namun sulit dihubungi.

Pemerintah setempat terus berupaya menyelesaikan masalah ini, terutama menyangkut hak tenaga kerja yang ditinggalkan.

Namun, proses mediasi yang dilakukan oleh Disnaker Buleleng sejauh ini belum membuahkan hasil. Bagaimana nasib karyawan dan penyelesaian tunggakan pajak yang mencapai miliaran ini? Kita tunggu perkembangan selanjutnya. 

Fakta Menarik Kasus Penutupan Mendadak Hotel Spa Village Resort Tembok:

  1. Penutupan Mendadak dengan Tamu yang Masih Menginap
    Hotel Spa Village Resort di Desa Tembok, Tejakula, tiba-tiba ditutup pada 1 Oktober saat masih memiliki 11 kamar yang terisi. Para tamu dipindahkan ke hotel lain pada sore hari, sehingga keputusan penutupan ini mengejutkan banyak pihak, termasuk karyawan yang merasa hotel selama ini berjalan normal.

  2. Diduga Tunggakan Pajak Miliaran Rupiah
    Hotel bintang empat ini dituding memiliki tunggakan pajak mencapai angka fantastis: Rp 10 miliar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Singaraja, selain tanggungan Rp 280 juta untuk Pajak Hotel dan Restoran (PHR) di Pemkab Buleleng. Besarnya dugaan tunggakan ini menjadi sorotan tajam dari otoritas pajak daerah maupun pusat.

  3. Indikasi Manipulasi Omzet Hotel
    Serikat Pekerja menemukan indikasi manipulasi omzet hotel yang berdampak pada besarnya pajak yang seharusnya dibayarkan. Dugaan inilah yang disebut memengaruhi nominal pajak hingga mencapai miliaran rupiah.

  4. Manajemen Hotel Menghilang, Diduga Kabur ke Malaysia
    Setelah penutupan, pihak manajemen hotel mendadak tidak bisa dihubungi. Mereka dikabarkan berada di Malaysia, namun tidak ada kontak yang dapat mengonfirmasi keberadaan atau niat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Situasi ini membuat para karyawan semakin resah karena nasib mereka kini belum jelas.

  5. Kejutan bagi Karyawan dan Serikat Pekerja
    Para karyawan mengaku tidak pernah menduga hotel akan tutup tiba-tiba, terlebih dengan ulasan wisatawan yang selalu baik dan hubungan kerja yang harmonis. Fakta adanya masalah pajak baru terungkap setelah pihak serikat pekerja berkoordinasi dengan Disnaker Buleleng, dan mereka menyadari ada tunggakan pajak yang cukup besar.

  6. Kondisi Operasional yang Tiba-tiba Berubah Drastis
    Pada 29 September, hotel masih beroperasi normal, namun pada 30 September, tamu-tamu diminta untuk segera pindah, dan 1 Oktober seluruh operasional berhenti total. Perubahan drastis ini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat setempat.

  7. Upaya Mediasi yang Belum Membuahkan Hasil
    Pemerintah melalui Disnaker Buleleng telah berupaya memediasi persoalan tenaga kerja dan tunggakan pajak ini. Namun, sejauh ini mediasi belum membuahkan hasil konkret, dan karyawan masih menanti kepastian hak mereka.

  8. Kasus yang Menarik Perhatian Publik dan Pemerintah
    Dugaan pelanggaran pajak oleh hotel besar di kawasan wisata menarik perhatian pemerintah daerah hingga Kementerian Keuangan. Kasus ini menjadi perhatian besar karena dinilai merugikan banyak pihak, termasuk pemerintah, karyawan, dan masyarakat sekitar yang menggantungkan pendapatan pada sektor pariwisata.

Editor : I Putu Suyatra
#bali #tutup #tejakula #spa #pajak #tembok #hotel #buleleng