Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kerugian Besar KFC Indonesia di Kuartal III-2024: Boikot dan Pandemi Picu Penutupan 47 Gerai & PHK Massal

I Putu Suyatra • Senin, 11 November 2024 | 04:12 WIB
47 gerai KFC di Indonesia terpaksa ditutup menyusul kerugian yang terus menerpa outlet penyedia fast food ini.
47 gerai KFC di Indonesia terpaksa ditutup menyusul kerugian yang terus menerpa outlet penyedia fast food ini.

BALIEXPRESS.ID - Kabar mengejutkan datang dari PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), perusahaan yang menaungi jaringan waralaba KFC di Indonesia.

Di kuartal III-2024, KFC Indonesia mencatat kerugian drastis mencapai Rp 557,08 miliar, melonjak hingga 266,45 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya mengalami rugi Rp 152 miliar.

Kerugian besar ini membuat manajemen KFC mengambil langkah berat dengan menutup 47 gerai dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 2.274 karyawan.

Laporan ini diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian perusahaan per 30 September 2024, yang telah dipublikasikan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI).

Faktor Utama Penyebab Kerugian

Manajemen KFC menyebutkan ada dua faktor besar di balik kerugian ini: dampak pemulihan yang lambat pasca-Covid-19 dan kampanye boikot produk Amerika Serikat (AS) di Indonesia.

Kedua isu tersebut berdampak serius pada penjualan KFC, yang gagal mencapai target dan terus menurun seiring kondisi pasar yang kian sulit akibat krisis Timur Tengah.

“Kondisi ini merupakan dampak berkepanjangan dari pemulihan grup dari pandemi Covid-19, di mana penjualan belum mencapai tingkat yang diharapkan, dan situasi pasar memburuk akibat krisis Timur Tengah,” tulis FAST dalam laporannya, Sabtu (9/11/2024).

Efek Panjang Kerugian Menahun

Meski aksi boikot dan pandemi menjadi pemicu terbaru, faktanya kerugian ini bukan yang pertama dialami KFC Indonesia.

Sebelumnya, perusahaan juga sudah mencatatkan kerugian di tahun-tahun sebelumnya. Dalam laporan tahunan KFC Indonesia 2023, tercatat kerugian sebesar Rp 418,21 miliar, sementara pada 2022 rugi mencapai Rp 77,45 miliar.

Di tahun-tahun pandemi, 2020 dan 2021, kerugian mencapai Rp 300,61 miliar dan Rp 377,18 miliar.

Kondisi keuangan yang terus merosot ini memaksa KFC melakukan berbagai langkah efisiensi. Pada akhir Desember 2023, jumlah gerai yang beroperasi masih 762, tetapi per September 2024, jumlah ini telah turun menjadi 715 gerai.

Jumlah karyawan pun berkurang dari 15.989 orang di akhir 2023 menjadi 13.715 pada September 2024.

Dengan tantangan yang terus menghimpit, publik penasaran: Mampukah KFC Indonesia bangkit dari keterpurukan ini? *** 

 
Editor : I Putu Suyatra
#phk #boikot #penutupan #gerai #kfc #karyawan