Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Proyek Pasar Negara Bahagia Jembrana Sisakan Persoalan, Pembayaran Vendor dan Pedagang Makanan Belum Lunas

I Gde Riantory Warmadewa • Kamis, 14 November 2024 | 14:56 WIB

 

Pasar Negara Bahagia di Kabupaten Jembrana diresmikan 3 bulan lalu.
Pasar Negara Bahagia di Kabupaten Jembrana diresmikan 3 bulan lalu.

BALIEXPRESS.ID- Proyek pembangunan Pasar Umum Negara atau yang sekarang dinamai Pasar Negara Bahagia di Kabupaten Jembrana, Bali baru saja rampung.

Proyek Pasar Negara Bahagia yang dikerjakan oleh Adhi Persada Gedung (APG) itu, ternyata masih meninggalkan permasalahan terkait pembayaran.

Beberapa vendor dan penjual makanan yang menyediakan jasa dan barang untuk proyek tersebut mengaku belum menerima pembayaran penuh.

Dari penelusuran Bali Express (Jawa Pos Group) Rabu (13/11/2024), pihak APG disinyalir masih memiliki utang mencapai lebih dari Rp1 miliar terhadap vendor.

Sementara untuk penjual makanan yang melayani pekerja proyek, besaran tunggakan pembayaran menyentuh angka Rp90 juta.

Salah seorang pedagang yang saat ini berjualan di areal gang disisi utara pasar, mengungkapkan hingga saat ini, tunggakan yang belum terbayarkan mencapai Rp9 juta.

Ia mengaku awalnya jumlah tunggakannya lebih besar. “Totalnya lebih besar, sempat dicicil setelah ada mediasi dengan mandor dan APG sehingga sisa yang belum dibayar sekitar Rp 9 juataan,” ujarnya.

Meski masih ada tunggakan pembayaran, pedagang ini mengaku tidak mempermasalahkannya, namun tetap berharap bisa dilunasi secepatnya.

“Mandor proyek janji mau melunasi, tapi sampai sekarang pembayaran belum juga diterima. Mudah-mudahan bisa segera dibayar, biar bisa dipakai buat tambah modal,” imbuhnya.

Sementara itu Muhammad Efendi dari APG, mengakui adanya tunggakan pembayaran terhadap sejumlah rekanan.

Meski begitu dirinya belum mengetahui jumlah pastinya karena masih menunggu laporan rinci dari para vendor.

"Kami sedang berproses secara administrasi untuk menyelesaikan pembayaran ini," terangnya.

Ia juga membenarkan sebelumnya telah melakukan mediasi baik itu dengan vendor maupun penjual makanan.

Khusus untuk persoalan kantin yang belum menerima pembayaran, ia menyatakan telah menengahi masalah tersebut antara mandor proyek dan pemilik warung.

Efendi menyebut bahwa pembayaran sebenarnya telah diserahkan kepada mandor, tetapi belum diteruskan ke penjual makanan, sehingga APG terpaksa turun tangan.

Meski ada rumor tentang laporan ke Polres Jembrana, Efendi belum mendapat informasi tersebut.

Ia menegaskan komitmen APG untuk menyelesaikan semua tunggakan kepada para vendor dan rekanan secepat mungkin.

"Saya sering bolak-balik Jakarta-Bali, dan akan segera menyelesaikan permasalahan ini," tegasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Pasar Negara Bahagia #jembrana