Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Maret 2025, Penjualan Eceran di Bali Diprakirakan Kembali Meningkat

Rika Riyanti • Selasa, 19 November 2024 | 01:10 WIB

 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja membeber harga properti residensial di Bali pada Sabtu, 1 Juni 2024.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja membeber harga properti residensial di Bali pada Sabtu, 1 Juni 2024.

 

 

BALIEXPRESS.ID - Kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali pada Oktober 2024 diprakirakan melanjutkan peningkatan dari bulan sebelumnya, tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali pada Oktober 2024 yang diprakirakan sebesar 118,1 atau secara tahunan tumbuh 11,8 persen (year on year/yoy).

Hal ini menunjukkan kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali masih tetap terjaga atau berada di level optimis (>100).

Demikian disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja.

Baca Juga: HIPMI Bali Siap Berkolaborasi dan Dorong Perda Perlindungan Hasil Bumi

Erwin menambahkan, IPR Bali tetap dalam tren peningkatan selama 33 (tiga puluh tiga) bulan terakhir.

Survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 penjual eceran/pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya.

“Ini bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi,” katanya, Senin (18/11).

Baca Juga: Ketahuan Selingkuh dengan Mantan, Pria Dihajar Pacarnya: Begini Kronologinya

Prakiraan meningkatnya penjualan eceran tersebut didorong oleh pertumbuhan Sub Kelompok Suku Cadang dan Aksesori meningkat sebesar 8,2 persen (month to month/mtm), Bahan Bakar Kendaraan Bermotor meningkat sebesar 2,8 persen (mtm), Barang Budaya dan Rekreasi meningkat sebesar 2,3 persen (mtm), serta Peralatan Informasi dan Komunikasi meningkat sebesar 1,7 persen (mtm).

Hal ini sejalan dengan adanya Hari Raya Kuningan pada awal Oktober 2024. 

Sementara itu pada September 2024, IPR tercatat sebesar 118,3 atau secara tahunan tumbuh 13,0 persen (yoy).

Peningkatan kinerja penjualan didorong oleh pertumbuhan ekonomi Bali yang positif secara umum sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

“Sejalan dengan Bali, penjualan eceran secara nasional pada bulan September 2024 juga mengalami pertumbuhan sebesar 4,8 persen (yoy) namun sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya sejalan dengan normalisasi tingkat kunjungan wisatawan pasca musim liburan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Peningkatan IPR Bali secara tahunan menunjukkan optimisme penjualan retail yang semakin membaik sehingga mampu mendorong kontribusi Lapangan Usaha (LU) Perdagangan. 

Baca Juga: Satriya dan Jaya Adu Strategi Jitu untuk Pariwisata Berkelanjutan di Talkshow PHRI Klungkung, Astaguna Absen

Pada Maret 2025, penjualan eceran di Bali diprakirakan kembali meningkat.

Responden memprakirakan penjualan pada 6 bulan ke depan akan mengalami kenaikan yang ditunjukkan oleh Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Maret 2025 tercatat sebesar 190,0 atau lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat 184,0. 

Dalam menjaga kinerja penjualan eceran dan tingkat konsumsi masyarakat, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali senantiasa berkoordinasi erat dalam menjaga stabilitas harga komoditas agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan ekonomi Bali tetap tumbuh kuat.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #penjualan eceran #hari raya kuningan #bank indonesia