BALIEXPRES.ID – Menjelang Hari Raya Galungan umat Hindu di Bali yang tinggal sepekan lagi, geliat permintaan babi mulai terasa di kalangan peternak di Kabupaten Bangli, Bali.
Harga babi di Bangli pun terpantau masih stabil di kisaran Rp53 ribu per kilogram.
Hal tersebut disampaikan Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (Gupbi) Bangli, Sang Putu Adil, Selasa (15/4/2025.
Sang Putu Adil menyebut, kondisi ini cukup ideal menjelang Hari Raya Galungan.
Harga yang berlaku saat ini dinilai tidak memberatkan konsumen, namun tetap memberikan margin keuntungan yang layak bagi peternak jika dibandingkan dengan harga pakan.
Memang, ada kemungkinan harga akan naik mendekati Galungan, tapi diperkirakan tidak sampai di atas Rp55 ribu per kilogram.
“Dua bulan lalu harga sempat menyentuh Rp60 ribu per kilogram. Sekarang masih di bawah itu," ujarnya.
Sang Putu Adil menegaskan bahwa harga tersebut berlaku di tingkat peternak. Sedangkan harga daging babi di pasaran bisa jauh lebih mahal.
“Kalau harga daging di pasar tentu beda lagi, bisa dua kali lipat,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, tren permintaan babi untuk kebutuhan Galungan meningkat sejak dua pekan terakhir.
Bahkan sejumlah peternak di Bangli sudah mulai menerima pesanan dari luar daerah.
Meski demikian, lonjakan permintaan tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan momen Galungan sebelumnya.
“Populasi ternak kita juga masih dalam kondisi normal,” katanya.
Dari sisi kesehatan ternak, Sang Putu Adil menyatakan bahwa secara umum kondisi babi di Bangli dalam keadaan baik.
Peternak tetap menerapkan protokol kesehatan selama proses pemeliharaan. Adapun bobot ideal babi untuk kebutuhan Galungan, lanjutnya, berada di atas 120 kilogram.
“Kalau di bawah itu, biasanya kandungan lemaknya tipis,” pungkasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan