Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dari Tumpukan Sampah Menjadi Harapan, Ema Suranta, Kartini Masa Kini Penyelamat Lingkungan

Rika Riyanti • Selasa, 22 April 2025 | 18:11 WIB

PENGGERAK: Kartini masa kini Ema Suranta
PENGGERAK: Kartini masa kini Ema Suranta

 

 

BALIEXPRESS.ID – Di tengah krisis lingkungan dan rendahnya kesadaran pengelolaan sampah, sosok Ema Suranta bersinar bak Kartini masa kini.

Berangkat dari kegelisahan melihat desanya yang dipenuhi sampah dan terinspirasi oleh tragedi memilukan TPA Leuwigajah, Ema menjawab tantangan zaman dengan aksi nyata.

Ema tergerak mendirikan Bank Sampah Bukit Berlian di Desa Kertamulya, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat bersama ibu-ibu di sekitarnya.

Baca Juga: Terekam CCTV, Ibu Ajak Anak Curi Pakaian di Toko Serba 35 Ribu, Begini Modusnya

Bukan hanya sebagai tempat pemilahan, tetapi sebagai pusat edukasi, pemberdayaan, dan gerakan sosial lingkungan.

Dengan dukungan dari PNM, Ema mulai membudidayakan larva Black Soldier Fly atau yang dikenal dengan sebutan maggot, untuk mengolah sampah organik.

Bermodalkan dana awal yang diperolehnya setelah menjadi nasabah PNM Mekaar, kini ia mampu mengolah hingga 2 ton sampah setiap minggu dan memproduksi maggot segar serta kasgot (pupuk organik).

Baca Juga: Terekam CCTV! Gerak Cepat Duo Pencuri Tabung Gas di Dalung Bikin Warga Resah

Hasil olahan ini tidak hanya menjadi solusi bagi permasalahan lingkungan, tetapi juga membuka peluang penghasilan baru bagi masyarakat.

Kini, Ema menjadi simbol bahwa perempuan, dengan semangat Kartini, mampu menjawab tantangan sesuai zamannya dengan aksi nyata dan solusi berkelanjutan.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi, Senin (21/4), menyampaikan penghargaan atas semangat juang para nasabah perempuan yang telah menjadi motor perubahan di komunitasnya.

Baca Juga: Tak Hanya Selingkuh, Paula Verhoeven Juga Dirumorkan Mengidap HIV, Mantan Istri Baim Wong Pilih Bungkam

“Kartini hari ini bukan hanya bicara tentang emansipasi, tapi juga tentang keberanian mengambil tanggung jawab atas lingkungan dan sesama. Ibu Ema dan ribuan nasabah PNM lainnya membuktikan bahwa pemberdayaan ultra mikro bukan sekadar soal ekonomi, tapi juga tentang membangun masa depan bersama,” kata Arief.

Melalui program PNM Mekaar, PNM telah mendampingi jutaan perempuan Indonesia agar mandiri secara finansial, percaya diri secara sosial, dan kuat dalam menghadapi tantangan hidup.

PNM berharap semakin banyak sosok seperti Ema yang dapat diberikan pendampingan dan pembiayaan agar menjadi inspirasi perwujudan Kartini di masa kini.(***)

 

 

 

Editor : Rika Riyanti
#Bank Sampah Bukit Berlian #kartini #bandung #maggot