Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ribuan Kartini Masa Kini Ikuti Edukasi Safety Riding, Fokus pada Keselamatan di Persimpangan

IGA Kusuma Yoni • Selasa, 22 April 2025 | 01:30 WIB
KAMPANYE: Sebanyak 1.680 perempuan dari berbagai komunitas mengikuti kampanye edukasi keselamatan berkendara yang diselenggarakan PT Astra Honda Motor.
KAMPANYE: Sebanyak 1.680 perempuan dari berbagai komunitas mengikuti kampanye edukasi keselamatan berkendara yang diselenggarakan PT Astra Honda Motor.

BALIEXPRESS.ID – Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2025, PT Astra Honda Motor (AHM) bersama 28 jaringan main dealer sepeda motor Honda di seluruh Indonesia menggelar kampanye edukatif bertema “Persimpangan Aman, Cantik Sampai Tujuan.”

Acara ini diikuti lebih dari 1.680 perempuan dari berbagai komunitas, yang antusias belajar keselamatan berkendara (safety riding) melalui berbagai simulasi langsung.

Program ini dirancang untuk membekali Kartini masa kini dengan kepercayaan diri dan pengetahuan dalam berkendara, khususnya saat melewati area persimpangan yang dikenal rawan kecelakaan.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menyatakan bahwa kampanye ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang AHM untuk membangun budaya berkendara yang aman dan bertanggung jawab, terutama bagi perempuan yang kini semakin aktif dalam kegiatan sehari-hari.

“Kami ingin perempuan Indonesia bisa menikmati kebebasan dalam berkendara tanpa mengesampingkan keselamatan. Melalui program ini, kami ingin Kartini masa kini merasa lebih siap dan aman saat berada di jalan raya,” ungkap Andy.

Sejak 2002, AHM telah mengedukasi lebih dari 29 juta masyarakat Indonesia lewat program safety riding yang digerakkan oleh 120 instruktur bersertifikat, termasuk 14 instruktur perempuan yang terus menjadi inspirasi dalam menyebarkan semangat #Cari_Aman di jalan.

Tahun ini, AHM memberikan perhatian khusus pada keselamatan berkendara di area persimpangan, yang berdasarkan studi internal, menjadi salah satu titik paling rawan kecelakaan.

“Mayoritas kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh faktor manusia, terutama karena kurangnya kesadaran terhadap kondisi jalan dan kendaraan di sekitar persimpangan,” jelas Andy.

Melalui simulasi, pelatihan teori, dan praktek lapangan, para peserta diajak memahami risiko, meningkatkan keterampilan observasi, dan mengadopsi perilaku berkendara yang lebih bijak, demi keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#edukasi #keselamatan #persimpangan #kartini #safety riding #perempuan