Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Harga Kopi Arabika Kintamani Melonjak, Petani Nikmati Panen Awal yang Menguntungkan

I Made Mertawan • Jumat, 16 Mei 2025 | 15:22 WIB

 

Seorang petani di Desa Selulung, Kecamatan Kintamani, Bangli memetik kopi arabika.
Seorang petani di Desa Selulung, Kecamatan Kintamani, Bangli memetik kopi arabika.

BALIEXPRESS.ID- Petani kopi arabika di kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali menikmati hasil menggembirakan pada awal musim panen tahun ini.

Cuaca yang mendukung, meningkatnya permintaan, dan kemudahan pemasaran kopi arabika Kintamani membuat mereka lebih optimistis.

I Ketut Armawan, petani kopi sekaligus Perbekel Desa Mengani, menyebut kondisi panen tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu.

Baca Juga: HUT ke-39 Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli Diperingati Sederhana tapi Bermakna

Selain hasil yang melimpah, banyak pembeli dari luar daerah datang langsung ke lokasi.

Hal semacam ini memberi ruang bagi petani untuk memilih penawaran harga terbaik.

Menurutnya, lonjakan permintaan kopi turut dipicu oleh menjamurnya kedai kopi atau coffee shop di Kintamani dan wilayah lainnya.

Baca Juga: Warga Antusias Ikuti KB Gratis di Depeha, Fokus pada Kontrasepsi Jangka Panjang  

Tak hanya dari Bali, pembeli dari luar daerah pun ikut memburu kopi arabika khas Kintamani.

Seiring tingginya minat pasar, harga kopi petik merah di tingkat petani kini menembus Rp15 ribu per kilogram.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga tahun lalu yang hanya sekitar Rp7 ribu saat awal panen.

Dengan harga tersebut, petani sudah bisa menutupi biaya perawatan dan mulai merasakan keuntungan.

Bahkan, Armawan memperkirakan harga masih bisa naik hingga Rp17 ribu per kilogram.

“Lumayan bagus harga kopi tahun ini. Di awal panen sudah bisa tersenyum,” ungkap Armawan dikonfirmasi pada Kamis (15/5/2025).

Cuaca yang sering turun hujan juga membawa dampak positif terhadap hasil panen.

Kadar air dalam buah kopi menjadi lebih tinggi dan memperbesar volume panen.

Dengan kondisi ini, para petani makin optimistis menghadapi musim panen tahun ini.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli I Wayan Sarma membenarkan bahwa harga kopi arabika Kintamani saat ini cukup bagus.

Hasil pengamatannya menyebutkan harga berada di kisaran Rp14.500 hingga Rp15 ribu per kilogram, dan berpotensi naik menjelang puncak panen.

“Kiranya akan terus ada peningkatan sampai puncak panen kopi arabika nanti. Seperti itu pengalaman tahun-tahun sebelumnya,” kata Sarma.

Sarma juga menekankan pentingnya menjaga mutu kopi. Ia mengingatkan agar petani tetap memprioritaskan petik merah dan memperhatikan penggunaan pestisida.

“Kualitas adalah tuntutan buyer kalau ingin mendapat harga yang pantas,” terangnya,” ujarnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #Kintamani #Harga Kopi #kopi arabika