BALIEXPRESS.ID - Sektor UMKM adalah salah satu potensi besar dalam menggerakan ekonomi.
Pergerakan ekonomi akar rumput (Grassroots) ini pun ternyata mampu menyerap 85 persen tenaga kerja dan menyumbang 10-30 persen ekspor.
Hanya saja hingga kini sektor UMKM masih menghadapi tantangan, salah satunya adalah pembiayaan atau modal.
Baca Juga: Bale Kertha Adhyaksa Resmi Hadir di Seluruh Desa dan Desa Adat Klungkung, Ini Fungsinya
Untuk itu Asia Grassroots Forum (AGF) 2025 digelar di kawasan Nusa Dua, Bali. Forum ini pun mendukung perkembangan sektor UMKM di Indonesia agar terus berkembang.
Salah satu upayanya menarik investor asing untuk menanamkan modal.
Ketua AGF 2025, Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, grassroots ekonomi adalah yang paling tangguh hingga saat ini.
Baca Juga: PILU! Disidang di PN Denpasar, Nenek 93 Tahun Terus Bertanya: Kapan Saya Dipenjara?
Bahkan mampu menciptakan 97 persen lapangan kerja, menggerakkan 68 persen pdb, dan 21 persen ekspor.
Namun masih ada yang kesulitan mengaksae keuangan.
“Jadi forum ini diselenggarakan untuk menjadi fasilitator finansial yang dibutuhkan,” ujar Sandiaga Uno, Kamis (22/5).
Baca Juga: Usai Gubernur Konten, Dedi Mulyadi Disindir Gubernur Lambe Turah
Pihaknya juga menyebutkan, forum ini juga memfasilitasi pemikiran inovatif, adaktif dan kolaboratif agar ekonomi akar rumput terus bertumbuh.
Sehingga kedepannya diharapkan sektor UMKM ini dapat terus berkermbang dan tidak lagi bergerak sebagai grassroots.
“Tidak selamanya menjadi akar rumput. Kami juga ingin mereka berkembang menjadi pohon yang besar, dan memiliki manfaat yang lebih besar dalam menciptakan lapangan kerja,” ungkapnya.
Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini juga meyakini jiwa kewirausahaan di Indonesia sangat tinggi.
Bahkan 54-64 persen dari mereka adalah kaum ibu-ibu.
Hanya saja, Sandi menilai, hal ini bukan karena pilihannya namun lebihbkepada keterpaksaan.
“Mereka harus menghidupi keluarga, namun mereka harus terus kita sentuh dengan pelatihan, dengan pemasaran dan juga dengan pembiayaan-pembiayaan,” paparnya.
Sementara Founder dan CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra menyatakan, AGF 2025 merupakan pionir yang memberi perspektif baru bagi investor global untuk percaya akan potensi besar yang ada di segmen akar rumput.
Amartha pun telah berhasil menggaet puluhan institusi berskala global untuk menyalurkan permodalan bagi UMKM serta membangun infrastruktur keuangan digital yang inklusif.
“Ini merupakan bukti bahwa Amartha memiliki transparansi dan kredibilitas tata kelola yang diakui secara internasional. Beberapa di antaranya bahkan turut mendukung forum ini, seperti Accion, Women’s World Banking, dan Maj Invest,” jelasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga