Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tak Sekedar Bisnis, Irma Bumbu Bali Buat Parcel untuk Gaet Pelanggan, Donasikan Hasil Penjualan untuk Bantu Sesama

I Putu Mardika • Minggu, 3 Agustus 2025 | 17:48 WIB

Irma Bumbu Bali hadir dengan konsep Parcel untuk menggaet pelanggan
Irma Bumbu Bali hadir dengan konsep Parcel untuk menggaet pelanggan
BALIEXPRESS.ID-Pelan tapi pasti. Itulah prinsip Luh Irma Susanthi, S.Sos, M.Pd, seorang entrepreneur yang bergerak di bidang bumbu Bali Tradisional. Usahanya tak hanya untuk cari untung, namun ada donasi yang disisihkan untuk membantu sesama.

Wanita yang juga sebagai Penyuluh Agama Hindu Kemenag Buleleng ini tidak hanya berhitung laba. Tetapi lebih ke pemberdayaan dengan memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar baik dari sisi suplay bahan baku bumbu hingga produksi.

Ya, Irma memang tertarik dalam bisnis Bumbu Bali Tradisional. Menurutnya, Bumbu Bali ini unik, ia tak hanya menyajikan cita rasa. Tetapi ada unsur kesetiaan akan mengawal warisan leluhur yang dituangkan lewat Lontar Dharma Caruban, lalu disajikan dalam beragam masakan tradisional khas Bali.

Wajar saja, ia mengaku mendapat banyak pelajaran dalam meracik bumbu Bali dengan cara tradisional. Terlebih, masyarakat memiliki trend hidup instan namun tetap mewarisi nilai-nilai tradisional.

Kepada Bali Express (Jawa Pos Group) Luh Irma menjelaskan jika usahanya ini ia rintis sejak akhir Mei 2017. Ada sejumlah investor yang banyak membantu membidani usahanya. Seperti Kadek Agus Nanda Sutrisna, I Made Mariasa ,Putu Sabda Yasa, Kadek Wahyu Lestari Sudiasih

Produk itu ia berinama ‘Irma Bumbu Bali’. Dan benar saja, sejak dilaunching, masyarakat begitu menerima bumbu racikannya ini.

“Irma Bumbu berdiri dengan tekad sederhana yaitu menghadirkan rasa autentik dari dapur tradisi Bali, sekaligus berbagi melalui setiap penjualan. Awalnya, kami tersebar di 14 toko di Buleleng. Namun badai pandemi Covid-19 membuat kami jatuh bangun, hingga hanya bertahan di tiga toko setia: ABD, Cahaya Baru, dan KSA,” ungkapnya.

Dengan tim kecil yang berjumlah 3 orang di produksi, 1 admin, dan 1 pengiriman, Irma Bumbu tetap melangkah. Setiap bulan, sekitar varian bumbu ditambah. Bumbu itu digunakan untuk olahan urutan asap, dendeng, babi kum, kerupuk babi, urutan ayam, hingga abon ayam. Bahkan, penjualannya perlahan naik hingga menembus 700 botol di tiga toko tersebut.

Irma Bumbu Bali
Irma Bumbu Bali

Permintaan kian melonjak ketika Hari Raya di Bali. Seperti Pagerwesi, Galungan dan Kuningan dan Hari Raya Nyepi. Apalagi di produk olahan babi dan ayam, diantara semua rasa, Bumbu Genep, Bumbu Suna Cekuh, Minyak Bali asli dengan brand Minyak Tandusan Sambal Babi Guling.

Ini yang menjadi primadona, membawa cita rasa klasik yang tak lekang oleh waktu.“Bahan baku kami dapat di pasar tradisional desa Tajun, sebagai harapan arus perputaran antara petani, pedagang saling menguatkan. Irma Bumbu Bali, Cita Rasa Klasik di Ranah Dharma.” Paparnya.

Uniknya, ia terus berinovasi dengan membuat parcel untuk hari raya yang berisi beragam varian bumbu Bali dan dupa. Ia paham, jika program parcel itu adalah peluang di tengah kesibukan Umat Hindu di Bali dalam mempersiapkan sarana upacara.

Kolaborasi parcel yang memadukan komposisi bumbu Bali dan dupa bukan sekadar rangkaian estetis, tetapi wujud harmoni rasa, aroma, dan makna. Sebagaimana tersirat dalam Lontar Dharma Caruban yang menekankan kesucian dalam setiap unsur olahan dan persembahan.

Bumbu Bali sebut Irma memang mewakili rasa kehidupan yang beraneka. Sedangkan dupa menghadirkan wangi bhakti yang menghubungkan manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Baginya, usaha ini bukan sekadar usaha. Ini adalah pelayanan. Ini adalah Dharma, setiap botol bumbu bukan hanya rasa, tapi juga niat tulus untuk berbagi. Ada doa anak anak yang menguatkan, ada doa petani untuk arus sebuah pemberdayaan ekonomi umat.

“Darisana kami bisa mendonasikan sedikit hasil penjualan bumbu ini untuk anak-anak di panti asuhan. Meskipun masih sedikit, tetapi setidaknya dapat meringankan beban mereka,” tutupnya. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#bumbu tradisional #bali #lontar #donasi #Irma Bumbu Bali #Dharma Caruban