Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

BPD Bali Diganjar Apresiasi BI atas Komitmen Dorong UMKM dan Ekonomi Hijau

I Dewa Gede Rastana • Minggu, 26 Oktober 2025 | 23:56 WIB
BPD Bali Diganjar Apresiasi BI atas Komitmen Dorong UMKM dan Ekonomi Hijau
BPD Bali Diganjar Apresiasi BI atas Komitmen Dorong UMKM dan Ekonomi Hijau

BALIEXPRESS.ID – Komitmen Bank BPD Bali dalam menyalurkan pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus mendorong penerapan ekonomi hijau kembali mendapat pengakuan.

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bali memberikan apresiasi khusus kepada BPD Bali atas keberhasilannya menyalurkan kredit UMKM senilai Rp12,55 triliun.

Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Erwin Soerjadimadja, kepada Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, SH, MH, dalam acara Bali Green Economy Forum yang digelar di Denpasar, Jumat (24/10/2025).

Tak hanya itu, dua nasabah binaan BPD Bali juga sukses meraih predikat UMKM Berprestasi Ekspor di sektor cokelat, yakni Ni Made Candra Citra Sari dari Banjar Abiantuwung Kaja, Kediri, serta Ni Made Sri Ariesta Dewi dari Banjar Dinas Pondok Kelod, Gadungan, Selemadeg Timur, Tabanan.

Dalam kesempatan itu, Sudharma menyampaikan bahwa Bank BPD Bali menempatkan prinsip ekonomi hijau sebagai arah utama pembiayaan. Langkah ini sekaligus mendukung kebijakan nasional dan kebijakan moneter BI dalam memperkuat sektor produktif berkelanjutan.

“Kami mendapat insentif Giro Wajib Minimum (GWM) dari BI sekitar 0,5 persen untuk pembiayaan sektor hijau. Insentif ini kami manfaatkan untuk memperluas pembiayaan kepada UMKM dengan bunga yang lebih kompetitif,” ujarnya.

Sudharma menjelaskan, ekonomi hijau bukan semata soal pertumbuhan ekonomi, melainkan juga keberlanjutan lingkungan. Bank BPD Bali, katanya, telah membiayai sejumlah proyek ramah lingkungan seperti kendaraan listrik dan penggunaan panel surya di perkantoran.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan POJK No. 51 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan. “Bank diwajibkan melakukan climate risk stress testing, dan kami sudah menerapkannya. Ini bagian dari komitmen kami dalam mendukung upaya pemerintah melindungi lingkungan sekaligus menjaga ketahanan ekonomi,” tambahnya.

BPD Bali juga tetap menempatkan UMKM sebagai sektor prioritas. Saat ini, proporsi pembiayaan UMKM di BPD Bali masih di atas 50 persen dari total kredit yang disalurkan.

“BI memberikan insentif GWM hingga 4,5 persen bagi sektor prioritas, termasuk UMKM dan ekonomi hijau. Ini menjadi motivasi kami untuk terus memperluas jangkauan pembiayaan produktif,” ungkap Sudharma.

Baca Juga: Misteri Kematian Mahasiswa Unud Mulai Terungkap, Petugas Kebersihan Sempat Lihat Korban Lepas Sepatu

Sementara itu, Kepala BI Bali Erwin Soerjadimadja menyebut, perekonomian Bali pada triwulan II-2025 tumbuh 5,95 persen (yoy), melampaui rata-rata nasional. Namun, ia mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi tetap disertai dengan upaya menjaga keseimbangan alam dan kualitas hidup masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi yang sejati adalah pertumbuhan yang menumbuhkan kehidupan di masa depan,” ujarnya.

Erwin menegaskan tiga arah strategis pembangunan Bali: menjaga keberlanjutan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan memastikan pariwisata tumbuh harmonis dengan alam.

Melalui forum Bali Green Economy Forum, BI berharap terwujud kolaborasi lintas sektor untuk menjadikan ekonomi hijau sebagai bagian integral dari pembangunan Bali yang berlandaskan Tri Hita Karana.

Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, BI Bali juga menggelar Festival Kopi Hijau dan Ekspor pada 24–26 Oktober 2025. Salah satu peserta yang turut ambil bagian adalah Malen Kopi, nasabah BPD Bali cabang Bangli, yang menampilkan inovasi kopi berkelanjutan hasil pembinaan bank daerah tersebut. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bank bpd bali #ekonomi #umkm #bpd #usaha mikro