Pemerintah Luncurkan KUR Perumahan Rp130 Triliun: Solusi Akses Pembiayaan Rumah Murah untuk MBR dan UMKM Kontraktor
I Putu Suyatra• Minggu, 2 November 2025 | 03:37 WIB
Ilustrasi
BALIEXPRESS.ID – Pemerintah kembali memperkuat komitmen dalam mengatasi krisis kepemilikan rumah dengan meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Program ini secara khusus dirancang untuk memperluas akses pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) serta mendorong pertumbuhan UMKM kontraktor lokal di seluruh Indonesia.
Alokasi Dana Rp130 Triliun untuk Pembiayaan Rumah Rakyat
Tahun ini, pemerintah mengalokasikan dana fantastis sebesar Rp130 triliun untuk memperkuat sektor pembiayaan rumah rakyat. Anggaran ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk pemerataan kesejahteraan dan mendukung target ambisius Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa KUR Perumahan ini memiliki dua fokus utama:
Mendukung pembangunan rumah bagi masyarakat.
Mendorong peran aktif UMKM kontraktor di daerah.
"Program ini diluncurkan untuk kredit perumahan, di mana pemerintah menyediakan anggaran on top Rp130 triliun," jelas Airlangga.
Target dan Manfaat KUR Perumahan
Program ini ditargetkan mampu membiayai pembangunan sekitar 320.000 unit rumah. Selain itu, skema kredit juga dirancang agar dapat berputar hingga Rp20 miliar melalui platform khusus bagi UMKM kontraktor, memastikan dampak ekonomi yang signifikan di tingkat daerah.
Poin Penting KUR Perumahan:
Target Pembangunan: ± 320.000 rumah.
Fasilitas Tambahan: Mencakup renovasi dan perbaikan rumah dengan alokasi Rp17 triliun.
Suku Bunga Rendah: Bunga pinjaman dibatasi maksimal 6% per tahun.
Airlangga Hartarto juga meminta para gubernur, wali kota, dan bupati untuk aktif mendukung kontraktor daerah dalam penyediaan rumah murah bagi masyarakat. Dengan bunga pinjaman maksimum 6%, diharapkan ekonomi rumah tangga penerima pinjaman dapat terdorong.
Dukungan Perbankan: Peran BRI dalam Penyaluran KUR dan FLPP
Sektor perbankan, khususnya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), menunjukkan peran vital dalam keberhasilan program ini.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, melaporkan bahwa penyaluran KUR oleh BRI terus meningkat hingga akhir September 2025.
Total Penyaluran KUR (BRI): Rp130,2 triliun (74,4% dari alokasi tahunan Rp175 triliun).
Jumlah Debitur: 2,8 juta debitur.
"BRI terus berkomitmen menyalurkan pembiayaan ke sektor riil agar pelaku UMKM bisa tumbuh dan naik kelas," kata Hery.
Selain KUR, BRI juga aktif menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang telah dinikmati oleh 110.000 Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan nilai kredit mencapai Rp15,07 triliun.
Dengan alokasi anggaran yang kuat dan sinergi antara pemerintah dan perbankan, program KUR Perumahan ini diharapkan menjadi solusi utama untuk meningkatkan kepemilikan rumah murah bagi masyarakat produktif, sekaligus menekan kesenjangan sosial di Indonesia. ***