Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kemnaker Gandeng Shopee, 100 Instruktur BLK Dilatih Digital Marketing dan Shopee Affiliate

I Putu Suyatra • Kamis, 12 Februari 2026 | 10:40 WIB

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli

BALIEXPRESS.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menggandeng Shopee Indonesia untuk memperkuat kompetensi digital tenaga kerja melalui program Training of Trainers (ToT) Shopee Affiliate. Sebanyak 100 instruktur Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) atau yang sebelumnya dikenal sebagai BLK, mendapatkan pelatihan intensif terkait digital marketing dan affiliate marketing di ekosistem e-commerce.

Program pelatihan ini digelar pada 11–13 Februari 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi. Kolaborasi Kemnaker dan Shopee ini bertujuan menjawab kesenjangan keterampilan digital sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pelatihan yang dapat direplikasi di seluruh BPVP/BLK di Indonesia.

Perkuat Peran BLK dalam Pelatihan Digital Marketing

Peserta ToT Shopee Affiliate merupakan instruktur BPVP/BLK dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka mendapatkan materi komprehensif langsung dari pengajar Shopee Affiliate di bawah naungan Kampus UMKM Shopee yang telah tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Bekal ini diharapkan memperkuat peran BLK sebagai pusat pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ekonomi digital.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan, program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman konsep affiliate marketing, tetapi juga memastikan instruktur mampu mengajarkannya kembali secara praktis di daerah masing-masing.

“Kami berharap para instruktur tidak hanya memahami affiliate marketing, tetapi juga mampu menularkan keterampilan ini kepada generasi muda, pencari kerja, dan peserta BLK agar dapat membuka peluang usaha serta sumber penghasilan baru secara mandiri,” ujar Yassierli saat membuka ToT Shopee Affiliate di BBPVP Bekasi.

Efek Berantai: Dari 1 Instruktur ke Ribuan Penerima Manfaat

Menurut Menaker, dampak pelatihan ini bersifat berantai. Satu instruktur yang terlatih dapat mencetak ratusan afiliator baru, yang kemudian berpotensi menjadi sumber penghasilan bagi keluarga mereka.

“Jika satu instruktur menghasilkan 600 afiliator, dan setiap afiliator menopang satu keluarga dengan rata-rata empat anggota, maka dalam setahun pelatihan ini bisa memberi dampak pada 2.400 orang,” jelasnya.

Model pelatihan yang fleksibel dan berbasis standar kompetensi ini dinilai akan memperluas akses pelatihan digital marketing hingga ke daerah, tidak hanya terpusat di kota-kota besar.

Shopee Dukung Pengembangan Talenta Digital Nasional

Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, menyatakan kolaborasi ini merupakan komitmen Shopee dalam mendukung pengembangan talenta digital Indonesia, khususnya melalui program Shopee Affiliate.

Menurutnya, balai pelatihan vokasi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan keterampilan digital hingga ke daerah.

“Melalui pelatihan ToT Shopee Affiliate, kami berharap para instruktur mampu menjadi ujung tombak penyebaran keterampilan affiliate marketing di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Radynal.

Shopee menargetkan hingga akhir 2026 sebanyak 1.000 peserta mengikuti rangkaian pelatihan Shopee Affiliate. Target ini diharapkan memperluas jangkauan program sekaligus mempercepat penguatan kapasitas instruktur BLK di seluruh Indonesia.

Kampus UMKM Shopee dan Komitmen Penguatan Ekonomi Digital

Sejak diluncurkan pada 2021, Kampus UMKM Shopee telah memberikan pendampingan kepada jutaan pelaku UMKM. Hingga kini, program tersebut telah menghadirkan lebih dari 350.000 jam pelatihan dengan dukungan lebih dari 400 modul pembelajaran.

Shopee Affiliate menjadi salah satu modul unggulan yang memperkenalkan peluang ekonomi digital melalui skema pemasaran berbasis komisi, yang dinilai relevan dengan tren dunia kerja saat ini.

Melalui sinergi Kemnaker dan Shopee, pemerintah menargetkan semakin banyak tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi digital yang adaptif, berdaya saing, serta mampu memanfaatkan peluang di sektor ekonomi digital secara produktif dan berkelanjutan.

Editor : I Putu Suyatra
#Yassierli #Shopee Affiliate