Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Serapan Gabah 2026 Ditargetkan 4 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Swasembada Pangan Berkelanjutan Kian Kuat

I Putu Suyatra • Kamis, 19 Februari 2026 | 16:11 WIB

Gabah
Gabah

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah semakin percaya diri menjaga momentum swasembada pangan nasional dengan menargetkan serapan gabah dan beras tahun 2026 mencapai 4 juta ton. Target ambisius ini diperkuat melalui tambahan anggaran Rp39 triliun untuk memastikan hasil panen petani terserap optimal di seluruh Indonesia.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa target tersebut merupakan hasil sinergi lintas lembaga dan dinilai realistis seiring tren produksi pangan nasional yang terus menunjukkan peningkatan signifikan.

“Target serapan gabah dan beras tahun 2026 sebesar 4 juta ton merupakan target Bulog yang kita dukung bersama. Dengan kerja sama yang solid, target ini insya Allah bisa tercapai dan menjadi catatan sejarah baru bagi ketahanan pangan Indonesia,” ujar Amran.

Luas Tanam Naik, Produksi Padi Diproyeksikan Meningkat

Optimisme pemerintah turut ditopang oleh peningkatan luas tanam padi pada periode Oktober–Desember 2025 yang tercatat bertambah sekitar 500 ribu hektare dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan asumsi tidak terjadi gangguan besar seperti bencana alam, produksi gabah nasional diproyeksikan terus naik.

“Dengan peningkatan luas tanam dan sinergi yang kuat, kami optimistis produksi padi tahun ini akan lebih besar dibandingkan tahun lalu,” tambah Amran.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,7 juta ton, naik 13,5 persen dibandingkan 2024 yang berada di angka 30,34 juta ton. Lonjakan produksi ini menjadi fondasi penting bagi penguatan cadangan beras pemerintah.

Stok Beras Pemerintah dan Serapan Bulog Cetak Rekor

Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada akhir 2025 tercatat 3,25 juta ton, setelah sempat menyentuh 4,2 juta ton pada Juli 2025—angka tertinggi sejak penugasan Perum Bulog pada 1969.

Secara historis, stok akhir tahun CBP pada periode 2020–2024 masing-masing berada di kisaran 1,6 juta ton, turun ke 0,8 juta ton, kembali turun ke 0,3 juta ton, lalu meningkat ke 1,6 juta ton dan 1,8 juta ton.

Sementara itu, serapan gabah dan beras Bulog pada 2020–2025 tercatat 1,2 juta ton; 1,2 juta ton; 0,99 juta ton; 1 juta ton; 1,2 juta ton; dan melonjak menjadi 3,2 juta ton setara beras pada akhir 2025. Capaian ini menjadi rekor tertinggi sepanjang 57 tahun berdirinya Bulog.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan pihaknya siap mengoptimalkan seluruh peran Bulog, mulai dari penyerapan, pengolahan, hingga distribusi beras, guna mendukung agenda swasembada pangan nasional.

“Kami memaksimalkan seluruh fungsi Bulog sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga swasembada pangan secara berkelanjutan,” jelas Rizal.

Swasembada Pangan 2026 Kian Realistis

Dengan penguatan anggaran, kenaikan produksi padi, serta rekor serapan gabah tertinggi, pemerintah optimistis target serapan 4 juta ton pada 2026 dapat tercapai. Langkah ini diyakini akan semakin memperkokoh ketahanan pangan nasional dan menjamin stabilitas pasokan beras bagi masyarakat Indonesia dalam jangka panjang. ***

Editor : I Putu Suyatra
#gabah