Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemerintah Imbau Masyarakat Tetap Tenang di Tengah Konflik Global, Stabilitas Ekonomi dan Rupiah Dijaga

I Putu Suyatra • Selasa, 3 Maret 2026 | 13:04 WIB

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto

BALIEXPRESS.ID  — Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Pemerintah memastikan berbagai langkah strategis telah disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat, stabilitas harga, serta ketahanan ekonomi nasional.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia guna memastikan kesiapan APBN dalam meredam dampak konflik global, terutama terhadap sektor energi dan pangan.

“Fokus utama adalah menjaga daya beli masyarakat jika terjadi fluktuasi harga komoditas, khususnya energi di tingkat global,” ujar Haryo.

Menurutnya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk menjaga konsumsi domestik tetap kuat sebagai penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Konsumsi rumah tangga dinilai menjadi bantalan utama di tengah tekanan eksternal dan sentimen risk-off pasar global.

Bantuan Pangan dan Stabilitas Harga Jelang Idulfitri

Sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga dan daya beli, pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng kepada 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kebijakan lanjutan juga disiapkan menjelang momentum Idulfitri untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok.

Dari sektor energi, PT Pertamina memastikan stok BBM dan LPG nasional dalam kondisi aman selama Ramadan dan Idulfitri. Berdasarkan pengalaman tahun 2025, Pertamina telah menyiapkan alternatif jalur pelayaran guna menjaga rantai pasok minyak serta kestabilan harga BBM di dalam negeri.

“Pemerintah terus memonitor perkembangan situasi global dan akan mengambil kebijakan yang diperlukan demi kepentingan masyarakat,” tegas Haryo.

BI Jaga Stabilitas Rupiah dan Cadangan Devisa Tetap Kuat

Dari sisi moneter, pemerintah berkoordinasi erat dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Haryo mengungkapkan posisi cadangan devisa Indonesia per Januari 2026 mencapai 154,6 miliar dolar AS dan dinilai cukup kuat sebagai instrumen stabilisasi.

Bank Indonesia juga menegaskan kesiapan merespons tekanan pasar akibat dinamika global. Strategi triple intervention disiapkan melalui transaksi pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta intervensi di pasar luar negeri melalui Non-Deliverable Forward (NDF) guna meredam volatilitas rupiah.

Eskalasi konflik di Timur Tengah turut memicu tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan memperkirakan operasi militer terhadap Iran dapat berlangsung hingga empat pekan.

Meski demikian, pemerintah menegaskan fondasi ekonomi nasional tetap kuat. Sinergi kebijakan fiskal dan moneter diyakini mampu menjaga stabilitas ekonomi Indonesia, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan pertumbuhan tetap terjaga di tengah gejolak global.

Editor : I Putu Suyatra
#Haryo Limanseto