Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengenal I Nyoman Gede Putra Sosok di Balik Suksesnya Cahya Private Mengemudi

IGA Kusuma Yoni • Senin, 9 Maret 2026 | 10:33 WIB

I Nyoman Gede Putra perintis Cahya Private Mengemudi
I Nyoman Gede Putra perintis Cahya Private Mengemudi

BALIEXPRESS.ID- Bagi masyarakat Bali yang ingin belajar mengemudi, tentunya nama Cahya Private Mengemudi sudah tidak asing lagi. Pasalnya Lembaga kursus mengemudi ini menjadi salah satu tempat kursus mengemudi yang cukup dikenal di Bali.

 

Didirikan sejak Januari 2007, Lembaga kursus ini sudah mampu mencetak ribuan pengemudi handal dengan keterampilan mengemudi yang aman dan sesuai dengan peraturan lalu lintas berlaku di Indonesia.

 Baca Juga: 5 Pilihan Produk Terbaik di Promo Elektronik AC LG 1 PK

Di balik suksesnya Cahya Private Mengemudi, sebagai sekolah mengemudi terbesar di Bali ternyata sosok lelaki yang sampai saat ini masih tetap konsisten menjalankan nahkoda bisnis ini. Dia adalah, I Nyoman Gede Putra. Siapakah sosok ini?

 

Ketika ditemui di Denpasar, I Nyoman Gede Putra, membagikan kisahnya mendirikan sekolah mengemudi ini. Diceritakan Putra, sebelum resmi bernama Cahya Private Mengemudi pada bulan Januari 2007, Gde Putra ternyata sudah mengajar mengemudi sejak tahun 2006.

 

Photo
Photo

“Awalnya saya mengajar mengemudi menggunakan mobil pribadi saya, itu tahun 2006. Saat itu saya masih bergabung dengan teman. Saya sendiri langsung menjadi instrukturnya,” kenang Gde Putra.

 

Setelah satu tahun menjadi instruktur, akhirnya tahun 2006, lelaki kelahiran 21 April 1971 ini pun memutuskan berpisah dengan temannya dan mulai membangun sekolah mengemudi miliknya sendiri, termasuk pengurusan ijin dan kelengkapan administrasi juga dilakukannya secara bertahap.

 

Saat menjalankan Cahya Private Mengemudi ini, Gde Putra mengaku jika dirinya masih aktif sebagai instruktur. Namun karena peminatnya semakin banyak, maka Gde Putra memutuskan untuk membeli armada tambahan dan menambah rekan instruktur.

 Baca Juga: De Gadjah Tanggapi Kritik Bendesa Peminge: Jangan Sebar Fitnah soal MBG

“Saat itu, armada saya tambah karena peminatnya cukup banyak, termasuk saya juga membuka lowongan untuk menjadi instruktur ternyata peminatnya banyak dan akhirnya secara bertahap armada dan instruktur pun bertambah,” ungkapnya.

 

Dari modal satu unit mobil MPV seharga Rp 60 juta di tahun 2006, saat ini Putra mengaku jika Cahya Private Mengemudi yang Namanya diambil dari nama anak keduanya ini, sudah memiliki lebih dari 35 unit armada dengan puluhan instruktur.

 

Sebagai sekolah mengemudi yang paling diminati oleh masyarakat Bali, Gde Putra mengatakan jika dalam menjalankan usahanya dirinya masih tetap menerapkan system dan peraturan yang ketat dalam menjalankan aktivitas kursus ini.

 

“Peraturan ini berlaku baik untuk instruktur, dimana sebelum memegang siswa kami akan berikan para instruktur ini pelatihan sehingga bisa bertanggung jawab dalam profesinya. Selain itu peraturan juga berlaku bagi siswa yang kami latih, mereka harus mengikuti peraturan yang kami terapkan,” paparnya.

 

Lantas apakah ada target ekspansi pasar? Ketika ditanya demikian, Gde Putra menyebutkan jika Cahya Private Mengemudi di tahun 2027 ini berencana untuk memperluas pasarnya ke luar Denpasar dan Kabupaten Badung.

 

Untuk target lokasinya, disebutkan Putra ada dua yakni di Kabupaten Tabanan dan ke Kabupaten Gianyar. Dua kabupaten ini dipilih karena di dua kabupaten ini, potensi pasar untuk sekolah mengemudi diakuinya masih terbuka.

 Baca Juga: Run In Love, Semarakkan HUT ke-238 Kota Denpasar

 

“Selain itu, dukungan pengadaan armada untuk membuka konter baru di Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Gianyar bisa diakses dengan mudah, melalui dealer mobil langganan saya, yakni Daihatsu Ngurah Rai Tuban,” tambahnya. (gek)

Editor : Wiwin Meliana
#Private #mengemudi