BALIEXPRESS.ID – Anthony Tan, Group CEO & Co-founder Grab, resmi mengumumkan lompatan besar perusahaan menuju era kecerdasan buatan (AI) dalam ajang GrabX 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (8/4/2026).
Dalam sambutannya, Tan memperkenalkan inovasi terbaru bernama “Coach”, sebuah asisten AI khusus untuk mitra pengemudi. Teknologi ini dirancang bukan sekadar alat, melainkan “pendamping cerdas” yang membantu pengemudi meningkatkan penghasilan sekaligus menyelesaikan berbagai tugas harian.
“Coach membantu mitra tetap fokus di jalan, sambil meningkatkan efisiensi dan produktivitas mereka,” ujar Tan.
Inovasi ini merupakan kelanjutan dari “MAI” (Merchant AI Assistant) yang diperkenalkan tahun lalu untuk mitra merchant. Keduanya dibangun dengan filosofi “AI-First with Heart”, yaitu menghadirkan teknologi canggih yang tetap berorientasi pada kebutuhan manusia.
Grab mengembangkan “Coach” bersama OpenAI, dan saat ini telah digunakan oleh lebih dari 500.000 pengemudi. Ke depan, teknologi ini ditargetkan menjangkau jutaan mitra di seluruh Asia Tenggara.
Tan menegaskan, AI tidak boleh menjadi teknologi eksklusif yang hanya dinikmati segelintir orang. Menurutnya, masyarakat umum—termasuk pelaku UMKM dan pekerja informal—harus memiliki akses yang sama agar tidak tertinggal dalam revolusi teknologi.
“Kami ingin memastikan semua orang bisa ikut dalam gelombang AI ini, bukan justru tersingkir,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Grab membangun “Intelligence Layer”, sebuah infrastruktur AI berbasis data real-time yang menjadi otak di balik berbagai layanan mereka. Teknologi ini memungkinkan pemantauan perjalanan secara langsung, peningkatan keamanan, hingga optimalisasi penggabungan pesanan agar mitra memperoleh penghasilan lebih maksimal.
Tak hanya di ranah digital, Grab juga mulai merambah dunia fisik melalui pengembangan robot bernama “Carri”. Robot ini dirancang untuk membantu mitra pengemudi, seperti mencari lokasi restoran di pusat perbelanjaan atau mengurangi waktu tunggu pelanggan.
“Robot ini bukan untuk menggantikan manusia, tetapi melengkapi kemampuan mereka,” jelas Tan.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Grab kini bertransformasi dari sekadar aplikasi transportasi dan pengantaran menjadi “intelligent everyday guide” bagi penggunanya.
Di akhir sambutannya, Tan menegaskan komitmen Grab untuk terus menghadirkan teknologi yang inklusif dan berdampak luas bagi masyarakat Asia Tenggara.
“Kita tidak hanya menyaksikan perubahan dunia, tetapi harus bersama-sama mendorongnya ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.
Editor : Wiwin Meliana