BALIEXPRESS.ID – Pemerintah optimistis nilai tukar rupiah berpotensi menguat seiring kuatnya fundamental ekonomi nasional serta koordinasi yang terus diperkuat antara otoritas fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas pasar keuangan Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih tergolong solid meskipun nilai tukar rupiah sempat bergerak di kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.
“Yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga. Insya Allah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat,” kata Prasetyo Hadi.
Ia menambahkan, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan pemantauan ketat terhadap dinamika pasar keuangan serta menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah,” ujarnya.
Optimisme penguatan rupiah juga didukung oleh kondisi ketahanan eksternal Indonesia yang dinilai masih kuat. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyebutkan bahwa cadangan devisa Indonesia berada pada level yang aman dan memadai.
“Secara umum, pelemahan rupiah juga masih sejalan dengan regional, secara YTD melemah 7,44%. Cadangan devisa tetap terjaga di level US$ 146,2 miliar pada akhir April 2026,” ujar Destry.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap berada dalam tren yang terkendali sesuai target ekonomi jangka menengah.
“Saya yakin pemerintah dalam hal ini kementerian-kementerian terkait sudah dan akan terus berupaya untuk bisa mencegah agar tren turunnya nilai tukar rupiah ini tidak semakin dalam,” ungkapnya.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap stabil, inflasi yang terjaga, serta cadangan devisa yang kuat, pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih kokoh. Kondisi ini menjadi modal penting dalam menjaga kepercayaan pasar sekaligus mendukung penguatan nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.
Editor : I Putu Suyatra