BALIEXPRESS.ID – Pemerintah Kabupaten Jembrana menggelar pasar murah di depan Pasar Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan tersebut langsung diserbu warga yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Pasar murah digelar sebagai upaya pemerintah daerah menekan dampak kenaikan harga sembako yang mulai terjadi menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali.
Baca Juga: Polres Karangasem Ringkus Pencuri Ternak Sapi dan Babi, Motif Terungkap
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Jembrana menyediakan tiga komoditas utama, yakni beras, minyak goreng, dan telur dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasaran.
Untuk beras, pemerintah menyediakan sebanyak satu ton dalam kemasan lima kilogram yang dijual dengan harga Rp57.000.
Sementara minyak goreng disediakan sebanyak 240 liter atau 20 dus dan dijual Rp15.000 per liter.
Baca Juga: Tuntas Pilkel 2026, Bangli Langsung Bersiap Hadapi Politik Desa Terbesar pada 2027
Telur ayam disediakan sebanyak 1.200 butir atau 40 krat dengan harga Rp51.000 per krat berisi 30 butir, atau sekitar Rp1.700 per butir.
Dari seluruh komoditas yang dijual, telur menjadi produk yang paling banyak diburu masyarakat.
Petugas Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Jembrana, I Putu Gede Mahaputra, mengatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan kebutuhan sembako murah masih sangat tinggi di tengah kenaikan harga yang terjadi saat ini.
“Respons warga sangat positif. Warga yang datang mengaku sangat terbantu karena dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah,” ujarnya.
Salah seorang warga Kecamatan Mendoyo, Ni Ketut Sukawati, mengatakan kegiatan pasar murah sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama saat harga sembako mulai mengalami kenaikan.
Menurutnya, selisih harga yang diberikan cukup meringankan pengeluaran rumah tangga menjelang perayaan hari besar keagamaan.
Pemerintah Kabupaten Jembrana berencana menggelar pasar murah sebanyak tiga kali dalam sepekan di lokasi yang berbeda.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Melalui kegiatan pasar murah ini, pemerintah berharap lonjakan harga kebutuhan pokok dapat ditekan sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan kebutuhan sembako menjelang hari raya dapat terpenuhi dengan baik. (*)
Editor : I Made Mertawan